Sebagian Besar Isolasi Mandiri

152 dari 380 Santri Tasikmalaya Terpapar Covid-19 Dikirim ke Rumah Sakit

foto

tangkapan layar netizen

EVAKUASI santri dari sebuah pondok pesantren dengan diangkut 21 mobil ambulans. Mereka akan dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif Covid-19.

TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com.- Hingga Selasa 16 Februari 2021 ini, sebanyak 152 di antara 380 orang santri di salah satu pondok pesantren di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat kini sedang menjalani isolasi di Hotel Crown dan Rumah Sakit Dewi Sartika Tasikmalaya setelah mereka dinyatakan positif Covid-19.

Mereka yang 152 orang ini dikirim ke Hotel Crown yang telah dijadikan ruang isolasi menggunakan 21 unit mobil ambulans. Termasuk di antaranya juga ada tenaga pengajar yang ikut terpapar.

Menurut keterangan, santri yang terpapar positif Covid-19 itu semuanya dari satu pondok pesantren. Dari 380 orang yang positif, 52 orang di antaranya tenaga pengajar yang juga dinyatakan positif Covid-19.

Di bawah pengawalan aparat dari Polresta, TNI, dan petugas BPBD Kota Tasikmalaya, mereka dievakuasi dengan 21 unit mobil ambulans untuyk dikirtim ke rumah sakit.  Mereka yang dirawat di Hotel Crown sejumlah 96 orang santri sedangkan 56 santri lainnya diisolasi di Rumah Sakit Dewi Sartika, di Kecamatan Kawalu, Kabupaten Tasikmalaya.

Sisanya sebanyak 228 santri dan tenaga pengajar yang juga dinyatakan positif Covid-19, saat ini masih menjalani isolasi mandiri di pondok pesantren.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dokter Asep Hendra Hendriyana mengatakan, ke-380 santri dan tenaga pengajar yang positif Covid-19 ini semuanya penghuni salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cipedes.

Dugaan awal, berasal dari salah seorang santri yang berasal dari Kabupaten Garut. Hal itu diketahaui ketika diketahui santri tersebut mengalami gejala hilangnya indera penciumannya, kemudian santri dilakukan tes swab mandiri hasilnya positif.

Selanjutnya dilakukan tes swab kepada 16 orang, dan hasilnya 5 orang positif Covid-19. Untuk melakukan tindakan preventif, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya pun melakukan tracing dan sengan tes swab masal terhadap 832 orang santri dan pengajar, Hasilnya cukup mengejutkan, 374 orang dinyatakan positif.

Jadi, keseluruhan santri dan tenaga pengajar yang dinyatakan positif Covid-19 di pondok pesantren tersebut sebanyak 380 orang. Data yang diperoleh dari Kota Tasikmalaya, hingga saat ini Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya secara akumulatif pihaknya telah mencatat ada 3.891 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, 3.065 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Yang masih menjalani isolasi 758 orang dan 68 orang meninggal dunia.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Pabrik Majun Ambruk
Hendak Mancing Sampan Terbalik Dani Tenggelam di Sungai Citarum
Wagub Pastikan Pertamina Bakal Ganti Rugi Rumah Warga yang Rusak
Putra Anggota DPRD Diduga Perkosa Gadis Di Bawah Umur
Kejari Sudah Kantongi Nama Calon Tersangka Korupsi di KONI Tangsel