Hingga Kini Bergejolak

Musda X DPD Partai Golkar Kab. Bandung Dituding Tidak Fair

foto

Yayan Sofyan

MUSDA X DPD. Nandang Sucita, Ketua DPD AMPI Kab. Bandung salah satu yang menuding Musda X Partai Golkar Kab.Bandung tidak fair. Dan memang, hasilnya hingga kini masih bergejolak sekalipun pemilihan ketua dianggap sah secara aklamasi.

CILEUNYI.KejakimpolNews.com.- Pasca-Musda X DPD Partai Golkar Kab. Bandung di Hotel Sutan Raja, Soreang, Sabtu (20/2/21) lalu yang menghasilkan suara aklamasi memilih H. Sugianto menjadi Ketua DPD Partai Golkar menggantikan Dadang Naser, ternyata berbuntut panjang. terpilihnya H. Sugianto yang juga Ketua DPRD Kab.Bandung ini hingga hari ini masih bergejolak.

Gejolak muncul dari banyak kader Golkar Kab. Bandung, terutama di akar rumput. Mereka menilai gelaran Musda X DPD Partai Golkar Kab. Bandung tersebut tidak fair, karut marut dan layaknya dagelan.

Dari banyak kader Partai Golkar yang mengaku kecewa pascamusda tersebut, di antaranya Nandang Sucita, Ketua DPD AMPI Kab. Bandung.

"Kami menilai Musda X DPP Partai Golkar Kab. Bandung tersebut tidak fair, banyak melanggar kontitusi dan benar-benar cacat hukum," kata Abah Korun, sapaan Nandang Sucita ini berkomentar Senin (22/2/2021).

Menurut Abah Korun, banyaknya Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar dari Musda tersebut bukan semata beda pilihan seperti yang dikatakan Ketua SC.

"Dari sejak awal sebelum musda juga sudah kelihatan para ketua PK sudah menunjukan beda pilihan. Itu dinamika bagian dari demokrasi tidak masalah. Hanya, jika kami walk out saat musda, karena dalam pelaksanaannya banyak pelanggaran yang dilakukan pihak mereka (H.Sugianto)," katanya.

"Meski itu bagian siasat politik tapi itu tidak fair. Coba lihat hal yang kecil saja, masa undangan musda bukan Ketua SC atau OC, melainkan undangan tersebut dari Ketua DPD dan Sekjen. Mungkin saja mereka baru belajar Musda," sindirnya.

Dikatakan Abah Korun, keluhan dan kritikan ini dilakukan demi adanya perubahan."Hal yang kami lakukan ini semata mata demi partai bukan demi pribadi atau golongan," ungkapnya. Perbedaan cara pandang lanjut Abah, sah sah saja sebagai bagian dari aspirasi demi menuju kemajuan partai.

"Kami menginginkan adanya pembaharuan dalam kepemimpinan yang lebih mengedepankan untuk memajukan organisasi, termasuk didalamnya ada ormas ormas sebagai generator partai untuk terus aktif ikut memajukan dan membesarkan partai," ucapnya.

Ketika ada perbedaan lanjut Abah Korun, persepsi pimpinan harus bijak, tidak dianggap pesaing atau pembangkang dan ini harus benar-benar diakomodasi semuanya karena bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi.

"Ketika dibutuhkan kades pun diakomodir dijadikan PK. Namun ketika sudah tidak sesuai dengan visi nya, mereka ditendang dan dibuang begitu saja layaknya bungkus pecel karena katanya melanggar PO. Ini sungguh ironis," keluhnya.

Lebih jauh Abah Korun mengatakan, saat ini orientasinya bukan kepada individu atau satu haluan. Dikatakan, pihaknya siap menerima keputusan apapun asal musda tersebut sesuai dengan kontitusi, dan siap pula membesarkan partai kedepan apabila pelaksanaanya fair.

Disebutkan pula Abah Korun, penentuan panitia SC dan OC tanpa melalui rapat pleno. Proses penggantian pemegang hak suara 8 PK pun menjelang musda katanya, tidak sesuai dengan AD/ART partai. 

"Seperti yang dilakukan Cecep Suhendar, selaku Ketua Fraksi DPRD Golkar menjadi PK Rancaekek dan Yanto Setianto Ketua SC merangkap juga sebagai ketua Okt. PK Margahayu. Ini patut dipertanyakan," ungkapnya.

Saat musda kata Abah Korun yang walk out itu ada 18 PK pemegang suara sah bersama ormas pendiri yang didirikan yang merupakan sayap partai seperti MKGR, Kosgoro 57, AMPI, MDU dan KPPG.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Gardu PLN di Jln.Stasion Selatan Meledak dan Kabel di Tiang Listrik Jln. Gatot Subroto Terbakar
Bhayangkari Jabar Sumbang Sembako untuk Pengungsi Banjir Bandang Garut
Sungai Astana Gede Meluap, 8 Rumah di Desa Cibiruwetan Kebanjiran
Gegara Pembunuhan, 12 Kios di Gerbang di TPU Raga Sampurna KBB Dibongkar
BIN Ini Kali Gelar Vaksinasi Massal di Kab. Indramayu