Gugatan Lemah dan Irasional

Pemuda "Bedas" Yakin MK Tolak Gugatan Nia-Usman

foto

Yayan Sofyan

KETUA Pedas Rifki Fauzi bersama Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna saat diskusi Pemuda Bedas, Senin (22/2/2021).

BANDUNG, KejakimpolNews/com.- Tertanggal 15 Desember 2020, KPU Kabupaten Bandung menurukan Surat keputusanNomor 258/PL.02.6-Kpt/3204/Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Tahun 2020 dalam Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Tahun 2020.

Dalam SK tersebut dinyatakan, pasangan calon no urut 3 Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan (Bedas) meraih suara tertinggi. Namun setelah itu ternyata muncul gugatan istilahnya Perselisihan hasil Pilkada (PHP) Kabupaten Bandung. Gugatan dengan Nomor Perkara 46/ PHP.bup-XIX/2021 ini diajukan Paslon no urut 1 Kurnia Agustina - Usman Sayogi (Nia-Usman).

Karena gugatan ini maka agenda pelantikan Paslon terpilih pun batal digelar karena menunggu hasi putusan MK. kendati demikian, Koordinator Relawan Pemuda Bedas (Pedas) Rifki Fauzi optimistis Mahkamah Konstitusi (MK) akan menjalankan tugasnya dengan baik dan objektif.

Menurut Rifki, sangat tidak mungkin MK memenangkan gugatan tersebut. "Dengan menghormati Majelis Hakim MK, kita yakin 99,99 persen proses gugatan pihak pemohon tidak dapat diterima atau dimenangkan" kata Rifki dalam rilisnya, Selasa (23/2/21). Rifki yang juga merupakan Founder Volunteer Of Change Kabupaten Bandung ini menambahkan ada dua indikator yang menjadi penguat sehingga gugatan ini tidak dapat diterima atau dimenangkan.

Pertama, selain dari bukti dan dalil yang lemah, permintaan pemohon pun tidak logis dan irasional. Kedua, perolehan suara Paslon Bedas sebanyak 928.602 (56,01 persen), unggul jauh dibanding dua paslon lainnya.

"Ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Bandung yang merupakan pemilik kedaulatan tertinggi memberikan mandat kepada pasangan Bedas untuk memimpin penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Bandung," tandas Rifki.

Pemuda Bedas mendesak dengan habisnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bandung, maka perlu segera dilakukan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih, agar estafet roda pemerintahan serta pengambilan kebijakan di Pemkab Bandung tidak terhambat.

Apalagi Pemerintah Pusat dalam hal ini Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan edaran yang menyatakan bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2021.

"Itu menjadi harapan bagi kami, Pasangan Bedasa termasuk bupati - wakil bupati yang ikut dilantik pada tanggal tersebut," ucapnya. Pemuda Bedas mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda di Kabupaten Bandung untuk mengawal proses demokrasi yang sudah berjalan sangat baik di kabupaten Bandung .

"Ini adalah momentum penting bagi kita semua sebagai bagian dari pendidikan politik. Tentunya proses demokrasi yang luar biasa ini akan menjadi modal besar untuk membangun Kabupaten Bandung Bedas yang berkemajuan," kata Ketua Pemuda Bedas.**

Editor : Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
BIN Pilih Desa Mekarsari Kec. Ngamprah KBB Sasaran Vaksinasi
Memutus Mata Rantai Covid-9 PJU Kota Tangerang Dipadamkan
PPKM Darurat Mampu Tekan Mobilitas Masyarakat, Meskipun.....
Tiga Perusahaan di - Sidak Camat dan Forkopimcam Padalarang
Pangdam Jaya Bersama Bupati Tangerang Pantau Program Serbuan Vaksinasi