Pekan Depan Periksa Para Saksi

Kejati Mulai Garap Kasus Korupsi BOS di Kemenag Jabar Rp16,6 Miliar

foto

KORUPSI DI Kemenag Provinsi Jawa Barat mulai digarap Kejati

BANDUNG, KejakimpolNews.--Setelah lama tercium aromanya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar mulai akan menggarap kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat yakni BOS di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MI) di seluruh Jawa Barat, demikian dikatakan Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar Riyono .

Dugaan korupsi di Kanwil Kemenag Prov. Jabar senilai Rp16,6 miliar ini konon terkait dengan pengadaan soal-soal ujian tahun ajaran 2018. Dalam perkara ini, ada selisih anggaran yang menjadi kerugian negara. Berdasarkan audit investigasi yang dilakukan Irjen Kemenag, ujarnya, kerugian ditaksir Rp16,6 miliar. Jumlah ini terdiri dari selisih di tingkat MI sebesar Rp 6,2 miliar dan di tingkat MTs sebesar Rp 10,4 miliar.

Kejati Jabar segera menyelidiki kasus dugaan korupsi BOS ini guna menentukan tersangka dalam kasus tersebut. "Belum ada tersangka, masih (penyidikan) umum. Tujuan penyidikan mencari siapa tersangka yang bertanggung jawab dalam kasus ini," kata Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil seperti dikutip dari laman resmi Kejati Jabar, Senin, 3 Mei 2021.

Memang belakangan ini kabar telah tersiar di luar, Kejati Jabar tengah mengusut dugaan korupsi dana BOS lingkungan madrasah Kemenag Kanwil Jawa Barat. Total nilai kerugian akibat dugaan korupsi ini mencapai Rp 16,6 miliar lebih.

Namun hingga sekarang belum ada nama yang disbeut-sebut tersangka atau calon tersangka. Semua kata Dodi, masih dalam proses penyidikan. Pemeriksaan saksi akan dilakukan secara marathon mulai pekan depan.

Pemeriksaan saksi katanya akan dimulai Minggu depan. "Setiap hari saksi tetap dipanggil untuk menentukan siapa tersangka. Karena sekarang kan penyidikan umumnya sudah keluar," kata Dodi.

Siapa saja saksi yang akan diperiksa? Dodi kembali belum bisa mengungkapkan. Namun berdasarkan modus yang diungkapkan Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar sebelumnya, ada keterlibatan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dalam mengelola dana BOS untuk pengadaan soal ujian. Sehingga, kata Dodi, tidak menutup kemungkinan pihak-pihak yang diperiksa termasuk dari KKM.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
KA Garut Harus Beroperasi Sebelum HUT ke-76 Kemerdekaan RI
Gegara Sopir Ngantuk, Truk Kontainer Terjun Bebas dari Tol BSD
Dihalau di 8 Cek Poin, Ratusan Kendaraan Tak Bisa Masuk Kota Bandung
Waduhh... Kawasan Lembang Mendominasi Sebaran Covid-19
Dani Sekeluarga Mudik Berjalan kaki dari Gombong Jateng ke Soreang Jabar