Warga KBB Resah, Keluarga Korban Covid-19 Diminta Biaya Pemakaman

foto

Ilustrasi

PEMAKAMAN korban Covid-19

BANDUNG BARAT, KejakimpolNews.com - Berbagai permasalahan terus bermunculan, tidak hanya kasus bansos saja yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat, kini muncul kasus baru yang akan memakamkan jenazah kerabatnya di TPU Khusus Covid-19, Desa Rajamandala Kulon. Kecamatan Cipatat. KBB, harus membayar sejumlah uang untuk biaya pemakaman.

Seperti yang dialami  Adi Slamet, warga Desa Rajamandala. Kecamatan Cipatat. KBB, saat itu, 17 Juni 2021 lalu, ibunya meninggal dunia karena dinyatakan positif terpapar Covid-19, namun pada saat akan dimakamkan ditempat tersebut harus membayar sebesar Rp2,5 juta untuk biaya pemakaman.

"Semula almarhumah akan dimakamkan di TPU Jati, Desa Mandalasari. Kecamatan Cipatat. KBB, namun karena dilarang oleh aparat desa setempat, dihawatirkan ada penolakan dari warga lainnya, akhirnya setelah berunding dengan keluarga diputuskan untuk dimakamkan di TPU Khusus Covid-19 milik Pemda KBB, dan Kepala dusun menjelaskan bahwa biaya pemakaman sebesar Rp 2 juta, setelah diuruskan ternyata ada tambahan biaya Rp 500 ribu jadi total sebesar Rp.2,5 juta, saat itu juga saya langsung transfer", ujar Adi Slamet, Minggu (1/8/2021).

Dijelaskan Adi Slamet, meskipun harus membayar tidak menjadi persoalan, namun saya harapkan itu pihak Pemda KBB supaya menjelaskan kepada publik, bagaimana kalau ada warga yang tidak mampu artinya tidak bisa jenazahnya dimakamkan ditempat tersebut.

Sekretaris dinas (Sekdis) Perumahan dan Pemukiman KBB, Deni Juanda mengatakan, biaya pemakaman yang dianggarkan kepada petugas pemakaman itu nominal sebesar Rp1,5 juta per lubang kuburan, dana tersebut berasal dari sumbangan melalui zakat penghasilan ASN KBB.

"Untuk anggaran sebesar itu memang masih sangat kecil, jadi wajar kalau ada keluarga yang ngasih sumbangan dan diizinkan untuk menerimanya", ujar Deni Juanda. Dijelaskan Sekdis Perumahan dan Pemukiman KBB, pihak keluarga diperbolehkan memberi, namun sifatnya hanya sukarela tanpa ada standar tarif tertentu, bukan diharuskan membayar.

Untuk pengusutan lebih lanjut kasus tersebut kini di tangani Polres Cimahi. "Bahwa kasus tersebut dalam penyelidikan, beberapa saksi sudah dilakukan pemanggilan untuk dimintakan keterangan yang terkait dalam kasus pungutan itu", ujar Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP. Yohannes Redhoi Sigiro.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
PPKM Diperpanjang Lagi, Bandung Raya Masih Level-3, Level-2 Tetap Enam Daerah
Kasus Covid-19 Menurun
Polda Jabar Ungkap Jaringan Jual Beli Sertifikat Vaksin Covid-19, 4 Tersangka Diciduk
Jumat 3 September Objek Wisata Pangandaran Dibuka Lagi
Polri Ada Pidana di Lapas Tangerang, Fadli Zon Minta Menkumham Tanggung Jawab