Raup Uang Rp1,9 Miliar

Diciduk Tim Kejagung, Jaksa Gadungan dan Mantan Pejabat Bank BJB Tipu Pengusaha

foto

Foto: istimewa

JAKSA gadungan R.Rully Nuryawan ditangkap Tim Intelejen dari Kejaksaan Agung, Rully diduga menipu seorang pengusaha dengan mengaku jaksa menggunakan kartu pegawai kejaksaan palsu (kiri atas), Tampak Rully digiring setelah ditangkap (kanan atas). Rully tak berkutik saat dipergoki berada di hotel Patra Semarang (bawah).

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Seorang jaksa gadungan dan mantan pejabat tinggi Bank BJB Pusat Bandung yang telah dipecat dengan tidak hormat, ditangkap aparat intel Kejaksaan Agung karena melakukan penipuan terhadap seorang pengusaha sehingga uang korban Rp Rp1,9 miliar melayang.

Adalah R. Rully Nuryawan nama oknum yang mengaku Jaksa pada Kejaksaan Agung ini, sebenarnya seorang pengangguran. Ia diringkus aparat Intelejen Kejagung di sebuah hotel di Semarang Jawa Tengah Selasa (24/8/2021) dinihari.

Informasi yang didapat dari Kejaksaan Tinggi Jabar Selasa (24/8/2021), selain menipu, Rully juga menerima uang Rp300 juta dari seseorang yang belum diketahui namanya untuk penyelesaian perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penangkapan terhadap Rully seperti dituturkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer SImanjuntak, berawal adanya laporan dari masyarakat tentang Rully yang telah menipu seorang pengusaha dengan dalih mengurus proyek pengadaan IT di Bank BJB Pusat, Bandung senilai Rp40 miliar.

Untuk mengurus proyek tersebut, Rully telah menerima uang Rp1.9 miliar. Selain itu, Rully juga menerima uang Rp300 juta dari seseorang yang belum diketahui namanya untuk mengurus perkara di KPK.

Berbekal laporan tersebut, Tim Intelejen bergerak dan berhasil menangkap Rully saat sedang menginap di Hotel Patra Semarang Jawa Tengah. Dari dirinya, ditemukan identitas palsu berupa kartu pengenal jaksa pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, kartu anggota Polda Metro Jaya, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), 2 (dua) unit handphone, dompet, dan uang tunai sebesar Rp304 juta.

Dalam aksinya R. Rully Nuryawan yang mengaku jaksa bekerja sama dengan BS seorang mantan pegawai Bank BJB. Pertemanan dengan oknum pecatan Bank BJB ini berlangsung sejak Maret 2021. Keduanya "mengerjai" korban Yusa Rahmadi sebesar Rp1,9 miliar.

Yusa Rahmadi adalah sahabat BS sejak BS masih menjabat salah satu pimpinan di Bank BJB Kantor Pusat Bandung. Kepada Yusa, BS menawarkan proyek IT bernilai Rp 40 miliar untuk Bank BJB. Yusa percaya dan sangat berminat mendapatkan proyek tersebut.

Selanjutnya BS mengajak Yusa bertemu Rully Nuryawan yang katanya seorang jaksa untuk mempermudah mendapatkan proyek tersebut. Pertemuan awal berlangsung di sebuah kafe hotel berbintang kawasan Pancoran, Jakarta.

Dalam pertemuan itu Rully yang mengaku Jaksa dari Kejaksaan Agung meminta Yusa menyerahkan uang Rp 1,9 miliar sebelum Oktober agar mendapatkan proyek di Bank BJB. Sesuai perjanjian, September 2020 Yusa menyerahkan uang tahap pertama Rp500 juta di sebuah kafe di daerah Jln. Dr.Setiabudi Kota Bandung.

Kemudian Oktober 2020 sebesar Rp700 juta masih bertempat di kafe yang sama. Sedangkan penyerahan tahap ketiga, Yusa memberikan uang sebesar Rp 750 juta di sebuah club house lapangan golf daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Total uang yang diberikan mencapai Rp1,9 miliar.

BS pun menunggu proyek tersebut, namun hingga Januari 2021 tidak kunjung terealisasi. Yusa pun mengcek ke Kejaksaaan Agung RI namun ternyata nama R.Rully Nuryawan tidak tercatat sebagai pegawai atau jaksa di Kejagung.

Atas pengakuan Yusa itulah Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi yang dipimpin Direktur A Joni Manurung dibantu Tim dari AMC dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Kejagung pada Selasa 24 Agustus 2021 sekira pukul 02.22 WIB berhasil menangkap Rully di hotel Patra Semarang.

Selanjutnya Rully Nuryawan dibawa ke kantor Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Jln. Ambon Kota Bandung untuk dimintai keterangan oleh Tim PAM SDO Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang dipimpin oleh Asisten Intelijen Sugeng Hariadi. Untuk bahan pengusutan, kasusnya diserahkan ke Polda Jawa Barat untuk ditangani.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kejari Tangsel Bentuk Tim Mencari Data Korban Kebakaran Lapas
Gegara Arus Pendek, Rumah Rayendra Nyaris Ludes Dimangsa Api
Terpapar Covid-19 Lima Ibu Hamil Meninggal Dunia
Polda Jabar Gerebek Pabrik Narkoba di Sumedang, 2 Juta Butir Pil Doble L Disita
Prokes di Objek Wisata Pangandaran Diawasi Ketat