Asep Minta Pejabatnya Harus Mundur

Polri Ada Pidana di Lapas Tangerang, Fadli Zon Minta Menkumham Tanggung Jawab

foto

Rizky Morello

INILAH mayat para warga binaan, ada 44 orang tewas dan 70 lebih luka-luka tewas saat mereka terpanggang di sel tahanan Lapas Tangerang yang terbakar Rabu lalu.

TANGERANG, KejakimpolNews.com - Polrii menilai, ada tindak pidana dalam tragedi kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I.A Tangerang yang menewaskan 44 orang warga binaan, dan sekitar 70 luka-luka. Untuk itu pihaknya menaikan status penyelidikan ke penyidikan.

Hal tersebut ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Yusri Yunus. kepada wartawan. Yusri menyebut penyidik telah menemukan dugaan pidana dalam kasus tersebut seperti yang disebutkan dalam Pasal 187 dan 188 KUHP terkait Kesengajaan serta Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian.

"Sekarang sudah ditemui pidananya," ujar Yusri kepada wartawan di RS Polri, Jumat (10/9/2021).

Sementara itu permintaan agar pemerintah harus bertanggung jawab digaungkan beberapa politikus termasuk pengamat. Fadli Zon misalnya, ia mengatakan, menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) harus bertanggung jawab terhadap kebakaran Lapas.

Pernyataan anggota DRR RI dari Partai Gerindra ini ia tulis di akun Twitternya pada Kamis 9 September 2021. Menurut Fadli Zon, kapasitas lembaga pemasyarakatan telah menjadi masalah klasik sejak lama.

"Lapas yang lampaui batas tampung adalah masalah klasik dari waktu ke waktu," tulisnya.

Senada dengan Fadli Zon, mantan hakim yang kini menjadi dosen sebuah perguruan tinggi sekaligus pengamat hukum, Asep Iwan Irawan menyebut, dari mulai Kalapas, Ditjen Pemasayarakatan, Kepala Kanwilkumham dan Menteri menkumham harus bertanggung jawanb atas tragedi yang memakan korban banyak.

Ia menyebut, kasus ini tragedi kemanusiaan, sebaiknya mereka mundur. Katanya kepada wartawan. Sementara di RS Pori, Kabid Humas Yusri menyebut, pihaknya tengah menyiapkan langkah kedepan berupa kelengkapan berkas guna menetapkan tersangka dari peristiwa yang menewaskan 44 orang warga binaan tersebut, termasuk melengkapi berkas dan mengumpulkan barang bukti untuk menentukan tersangka.

Sebelum menentukan status penyidikan, penyidik telah melakukan gelar perkara dan berhasil memeriksa 22 orang saksi terkait dengan kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) pukul 01.50 WIB. Dari hasil pemeriksaan saksi sereta pemeriksaan barang bukti dan investigasi ke lokasi kebakaran, menunjukkan kasus ini naik ke tingkat penyidikan dari penyelidikan sebelumnya.

Menkumham Yasona Laoly saat menijau korvan di RSUD menyebut, pemerintah akan mengibati para korvan yang luka-luka hingga sembuh. Sedangkan kepada korban yang meninggal, pemerintah akan memberi santunan Rp30 juta per korban.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Jaringan Kabel di Jln. A.Yani Bandung Membahayakan, Siapa yang Tanggung Jawab?
Azis Syamsuddin, dari Kursi Empuk Wakil Ketua DPR, Kini Rompi Oranye Tangan Diborgol dan Ditahan
Hoki Outdoor Jabar Menang 2-1 Atas Juara Bertahan Kaltim
Hujan Badai di Ciputat, Sebuah Mobil Rusak Tertimpa Pohon Tumbang
Hati-Hati...! Masuk ke Mapolres Cimahi Wajib Scan QR Code PeduliLindungi