Korupsi Dana BOS Madrasah Ibtidaiyah Ketua KKMI Jabar Ditahan Kejati

foto

Dede Suryana

TERSANGKA AK Ketua Pokja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Barat, ditahan Kejati Jawa Barat mulai Selasa (16/11) diduga korupsi terkait pengelolaan dana BOS Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Barat miliaran rupiah.

BANDUNG KejakimpolNews.com - Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Barat, AK, ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Selasa (16/11), terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana BOS Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Barat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum  Kejati Jabar,  Dodi Gazali Emil, dalam keterangan tertulisnya menyebut, dugaan korupsi dana BOS yang dilakukan AK terkait dengan pengadaan soal-soal ujian siswa tahun ajaran 2017-2018 untuk seluruh Madrasah Ibtidaiyah di Jabar.

Dodi menerangkan, pada tahun 2017 dan tahun 2018 Kementerian Agama RI telah mengucurkan dana BOS ke madrasah-madrasah di seluruh Jawa Barat, di antaranya untuk membiayai kegiatan penggandaan soal  ujian Penilaian Akhir Semester (PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT), Try Out (TO) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN/USBN).

Untuk kegiatan penggandaan soal ujian tersebut, kata Dodi, para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) diarahkan oleh pengurus KKMI  Kab/Kota dan KKM Provinsi Jawa Barat untuk menunjuk perusahaan tertentu, dengan kesepakatan akan diberikan cash back atau CSR (Corporate Social Responsibility).

Dari hasil rapat antara KKMI Kab/kota dengan KKMI Provinsi Jawa Barat disepakati harga untuk pembayaran naskah soal ujian adalah PAS sebesar Rp16.000/siswa, PAT Rp16.000/siswa, TO Rp58.400/siswa, USBN Rp22.500/siswa, dan UAMBN sebesar Rp22.500/siswa.

Menurut Dodi, dari kesepakatan harga yang diputuskan dalam rapat tersebut dimaksudkan agar pihak KKM Provinsi Jawa Barat dan KKM Kab/Kota mendapatkan fee atau cash back atau CSR dari perusahaan, dalam hal ini CV Mitra Cemerlang Abadi (CV MCA) sebagai pelaksana penggandaan soal ujian madrasah.

Menurut Dodi, dari cash back atau CSR yang diberikan oleh pihak perusahaan, diduga KKMI Provinsi Jawa Barat menerima Rp1,2 miliar dan KKMI Kab/Kota menerima Rp6,8 miliar lebih. "Total Rp 8 miliar lebih," kata Dodi.

Ia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka AK, tim penyidik Kejati Jabar melakukan penahanan selama 20 hari ke depan dan tersangka ditahan di Rutan Polrestabes Bandung.

Kepada tersangka disangkakan  pasal 2,  pasal 3, pasal 11  jo pasal 18 Undang –Undang  RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang Undang  RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan  atas Undang-undang  RI Nomor : 31 tahun  1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo 55 ayat 1 ke1 KUHP.**

Editor : Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
1 di Antara 2 Siswa SMP di Rancaekek Tewas Akibat Motornya Terperosok ke Selokan
Api Yang Melahap Rumah Makan Asep Stroberi Kadungora Berhasil Dipadamkan
Inilah Daftar Nama Korban Truk Tronton Seruduk 3 Mobil dan 4 Motor di Tanjungsari
Minibus Hangus Terbakar di Tol Cipularang
Tanggul Sungai Cikeruh Jebol, 350 Rumah di Rancaekek Terendam