Breaking News!

Banjir Bandang Terjang Sukawening Garut, Jembatan Putus dan Ribuan Hektare Sawah Luluh Lantak

foto

Tangkapan layar netizen

BANJIR bandang melanda Sukawening Kabupaten Garut. Ada jembatan putus, ribuan hektare sawah rusak berat, rumah kemasukan lumpur dan sungai meluap.

GARUT, KejakimpolNews.com.- Banjir bandang yang cukup dahsyat dan membikin ketakutan warga, melanda sebagian wilayah Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut, Sabtu 27 November 2021 petang ini. Ribuan hektare sawah dan ladang, kendaraan diterjang, dan jembatan putus terjadi dalam waktu singkat.

Hujan deras yang turun sejak Sabtu tengah hari, rupanya tak mampu terserap Gunung Sadakeling, dan anak gunungnya seperti Gunung Mula dan Gunung Karaha, menyebabkan banjir bandang menerjang perkampungan.

Sawah dan tanaman padinya rusak berat, air pun masuk ke sebagian rumah penduduk akibat Sungai Ciloa yang melintas di Sukawening airnya meluap. Lumpur campur bebatuan begitu deras meluap di sungai Ciloa ini.

Akibatnya, jembatan yang menjadi penghubung utama antara Ciloa dan Garut terputus. Begitu juga selain kampung Ciloa, Karang Tengah, Mulabaruk, yang terlewati aliran Sungai Ciloa, banjir mengamuk dan masyarakat tak mampu berbuat banyak.

Bahkan di Kampung Ragadiem, tiga mobil warga sempat terseret, untung masih tertahan oleh rumah, tapi sebuah sepeda motor terbawa arus deras hingga ke hilir.

Hermansyah yang juga guru SMA Sukawening asal Tegalawi kepada KejakimpolNews.com melukiskan, banjir bandang begitu mengerikan. Sekalipun di kampungnya Tegalawi aman, namun di Karangtengah yang ia lihat begitu menyeramkan dan menakutkan.

"Mungkin ribuan hektare sawah diterjang lumpur. Juga sebagian rumah terendam, tapi tidak sampai ke atap. Saksi lainnya Tedi, ia menyebutkan jembatan yang melintas di Sungai Ciloa, juga terputus. Akibatnya ia yang akan pulang ke Garut tak bisa melewatinya.

Tedi menyebutkan, jembatan tersebut urat nadi yang menghubungan Ciloa ke arah Garut dan sekitarnya. Beberapa warga lainnya melaporkan, banjir bandang itupun terus menggerus kawasan di bawahnya.

Tercatat kampung yang terkena dampak banjir bandang adalah Mulabaruk dan Maripari. Bahkan Sungai Citameng yang melintas ke arah Mariparipun dikabarkan airnya meluap karena tak mampu menahan banjir lumpur dan bebatuan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pejabat baik dari Pemerintah Kabupaten Garut maupun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Sementara berita ini dibuat, banjir masih berlangsung. Dan warga hanya bisa menonton luapan air.**

Editor : Maman Suparman

Reporter : Cang Anwar

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Bacok Pak Ogah Hingga Tewas 3 Pelaku Diciduk
Massa GMBI "Ontrog" Polda Jabar Tuntut Penuntasan Kasus Pembunuhan Anggotanya
Sungai Ciberes Meluap Membanjiri 2 Desa di Cirebon
Usai PHK 43 Karyawannya, Direktur PDAU itu Dipecat Bupati Kuningan
Nobar di Mapolres Morowali Pecaaahhh!