Lewat "Free Kick" Acep Zamzam Noor Buka Pameran Lukisan Karya 11 Perupa Bandung

  • Minggu, 13 November 2022 | 16:02 WIB
foto

Foto: Bambang Melgi S.

PAMERAN LUKISAN. Bertempat di Gedung YPK Jln. Naripan Bandung saat ini berlangsung Pameran Lukisan dari 11 perupa.

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Jln. Naripan Bandung Minggu (13/11/2022) menjadi saksi ketika 12 perupa Bandung berkolaborasi memamerkan karya di gedung ini.

Dengan tema, "Free Kick,"  atau Tendangan Bebas menuju gawang lawan, tema itu merupakan antitesis, sebagai sebuah jawaban dari suatu kegelisahan mereka terhadap realitas pasar seni lukis dekade ini.

Mereka menyebut, dekade ini hanya menghadirkan kematian-kematian idealisme dari para senimannya. Hal karena adanya faktor oligarki dari kaum kapitalisme yang menyuntikan gagasan mereka kepada para seniman.

Mereka meminta seniman mengikuti selera pasar yang mereka ciptakan, dan kuasai, hingga seniman terjerat ijon layaknya kaum petani yang tak berdaya menghadapi kekuasaan dan pengaruh kebutuhan dapur, yang mau tak mau menjerat mereka dan harus menekan.Cara ini akhirnya mampu mematikan idealisme yang dimiliki para seniman.

Pameran itu sendiri menghadirkan  karya 11 seniman lukis Bandung Raya. Karyanya beragam gaya diungkap secara visual serta teknik lukis dari kematangan ciri khas mereka yang berbeda.

Lewat karyanya, ke-11 seniman ini tampil percaya diri menampilkan karyanya bagai "Hero". Mereka layaknya tim pahlawan sebuah kesebelasan yang siap turun gelanggang untuk menjawab tantangan merebut kembali idealisme yang tercerabut.

Pameran Lukis, 'Free Kick' ini dibuka oleh Acep zamzam Noor, seorang seniman, sastrawan, penyair dan pelukis, kelahiran Tasikmalaya.

Adapun para 11 seniman lukis yang berbahagia ini adalah, Eko Bambang Wisnu, Eris Lungguh, Iwan Ismail, John Martono, Mariam Sofrina, Mufti Priyanka, Nesar Eesar, Prabu Perdana, Tommy Aditama Putra, Toni Antonius, dan Yogi A. Ginanjar.

"Teknik saya seperti sebuah kolase, yang memang konsepnya tak lepas dari awalan saya dalam membuat potongan gambar yang saya tempel dan susun, sebagai sebuah konsep yang menuntun saya berkreasi, sehingga proses awal dalam tahapan lukis saya, tak lepas dari refrensi, dari kolase awal yang saya buat," papar Toni Antonius.

Perupa ini memaparkan ide gagasannya dalam karyanya  berjudul  "Celebrate" yang menampilkan banyak figur yang telah dikenali sebagai tokoh-tokoh dunia dalam tampilan visual bak kolase yang unik.

Aan Nurjaman sebagai Kurator dari 11 seniman yang berpameran ini, mengatakan dalam pengantar kurasinya, bahwa marya-karya yang ditampilkan dalam Free Kick ini bisa kita analisis, bahwa yang menjadi fokus utama karya seni murni bukanlah pola-pola dan hukum umum kenyataan seperti dalam hidup sehari-hari.

Sebaliknya tambah Aan, yang diburu para seniman adalah sisi-sisi unik, sisi yang berbeda, yang tak lazim tentang kenyataan, juga kemungkinan-kemungkinan tersembunyi, yang disiratkan oleh realitas itu.

Isa Perkasa sendiri, saat diwawancarai mengatakan, pameran ini akan diberikan tambahan waktu selama 3 hari dari jadwal seharusnya, sehingga ada kesempatan untuk masyarakat bisa datang dan mengapresiasi karya 11 seniman ini.

Dia menambahkan pameran lukisan ini, akan berlangsung dari 11 hingga tanggal 19 November 2022, yang bisa disaksikan di gedung YPK Jl. Naripan No. 7 Bandung.** (Kiriman: Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.) 

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Jelang Imlek, Penjual Pernak-Pernik di Pasar Lama Mulai Bermunculan
Gubernur Jabar Dukung Kodam III Siiwangi Mempelopori Penggunaan Mesin Teknologi Pengolah Sampah
Viral, Nama Tempat Pasir Hxxncxxt di Ciamis Diganti Jadi Mumunggang Bangkelung
Di Garut Ada Pasar Bahagia Cukup Bayar Pakai Do'a
Masjid Al Jabbar Produksi Sampah 6.250 Liter/Hari