Pengendara Minta Ditertibkan

Peminta Sumbangan Korban Gempa Marak Sepanjang Jalan Arah Cianjur

foto

Sonni Hadi

Pencari sumbangan mendadak marak sepanjang jalan menuju arah Cianjur

CIANJUR, KejakimpolNews.com - Gempa mahadahsyat yang melanda sebagian wilayah Cianjur, membuat kita prihatin dan miris. Lebih dari 300 jiwa sudah ditemukan, sisanya masih dicari. Rumah-rumah warga hancur berkeping-keping.

Kondisi ini membuat warga di hampir seluruh Indonesia khusus yang berada di seputar Jawa Barat ikut bersedih simpati dan empati. Bahkan, mereka tanpa komando menyumbangkan rezeki dari mulai makanan dan pakaian serta keperluan lainnya.

Tak hanya itu, penghimpun sumbanganpun mulai marak di sepanjang jalan menuju arah Cianjur. Kebanyakan para pemuda, mereka mendadak menjadi pencari derma dengan menenteng kardus bertuliskan sumbangan korban gempa.

Kardus-kardus itu ia jajakan dengan cara mencegat mobil yang tengah menuju arah Cianjur. Bahkan tak segan menghentikan di tengah jalan sambil menyodorkan kotak kardusnya.

Mereka berdalih uangnya akan disampaikan kepada para pengungsi dan korban yang terkena bencana gempa di Cianjur. Aksi mereka mulai tampak di mulut persimpangan Kota Bandung-Cimahi-Padalarang.

Dari sinilah mulai bermunculan pencari sumbangan. Lepas Cimahi sampai perbatasan masuk Kota Cianjur, juga banyak dihias pencari derma. 

Demikian juga dari arah Bogor dan Sukabumi menuju Cianjur sampai Pasir Hayam, sama dengan jalan raya Ciawi Bogor sampai Cibodas Puncak. Mereka berjejer di pinggir jalan memanfaatkan arus lalu lintas yang tersendat diduga untuk memudahkan menyodorkan kardus-kardus yang bertuliskan peduli gempa Cianjur, sumbangan untuk para korban gempa dll.

Hal tersebut bukan saja membahayakan para pengemudi kendaraan, melainkan juga membahayakan diri sendiri. Karena mereka seperti tidak risih dengan lalu lalang kendaraan roda empat maupun roda dua.

Lebih membahayakan ketika jelang sore hari, karena arus lalulintas cukup padat di beberapa wilayah. Beberapa sopir banyak yang mengeluh sikap para pencari derma tersebut.

Selain mengganggu arus lalu-lintas juga mereka diragukan keberadaannya. "Jangan kasih sumbangan di tengah jalan kepada mereka, kalau mau, mendingan langsung kepada korban atau melalui perhimpunan dan lembaga terpercaya, seperti DKM dan RW di lingkungannya," kata seorang pengemudi.

Beberapa pengemudi kendaraan lainnya senada, para peminta sumbangan itu lebih baik tidak di tengah jalan karena bisa memadatkan arus lalu lintas. Mereka minta aparat berwajib menertibkan mereka.

Selain mengganggu arus lalu-lintas, mereka juga berdiri di tengah jalan. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Cimahi arah Padalarang beberapa peminta sumbangan berdiri di tengah jalan yang hanya dibatasi tali rafia tentunya arus lalu-lintas menjadi tersendat. 

Warga setempatpun banyak yang heran, mereka entah dari mana tiba-tiba serombongan datang dengan menenteng kardus-kardus peduli bencana Cianjur.

Warga juga mencurigai aksi mereka, benar atau tidak. Untuk itu perlu ada perhatian dari pihak berwenang, agar bisa tertib dan tidak mengganggu arus lalu-lintas di setiap jalan raya, maupun di persimpangan.

Sementara itu, sumbangan legal pun. Kini. Mulai aktif dengan mendirikan Pos Darurat di Joglo. Di sini wartawan bisa memperoleh berbagai data dan fakta.

Bahkan di pos inipun bahan-bahan keperluan pengungsi baik kebutuhan sehari hari mulai tenda, pakaian baru dan bekas sudah tersedia terpenuhi. Dan mereka pun menerima sumbangan dari luar untuk disalurkan kepada yang berhak. 

Berbagai sumbangan bahan pokok sudah menggunung di setiap posko, untuk para pengungsi setiap saat bisa mengambil melalui kelompok yang ditunjuk di setiap tenda pengungsi.

Bahkan untuk kebutuhan makan setiap hari pemerintah sudah menyiapkan dapur umum 24 jam, baik untuk pengungsi maupun para aparat lain dan termasuk relawan.**

Editor: Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lewat "Free Kick" Acep Zamzam Noor Buka Pameran Lukisan Karya 11 Perupa Bandung
Bantuan Pakaian Wanita Numpuk, Sejumlah Pria Pengungsi Gempa Cianjur pun Berdaster dan Berkerudung
Pameran Lukisan Semi Out Door di Tengah Hutan Ciremai