Penyelesaian Cisumdawu, Gerbang Tol Cileunyi Pindah ke Atas

foto

Yayan Sofyan

DIPINDAH. Penyelesaian Cisumdawu, Gerbang Tol Cileunyi pindah dari yang lama (atas) ke gebnag tol baru di atas (bawah).

CILEUNYI. KejakimpolNews.com - Gerbang Tol Cileunyi untuk arus kendaraan dari arah Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung atau Jakarta dipindahkan ke atas. Kebijakan ini diberlakukan terkait dengan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang terintegrasi dengan Jalan Tol Padaleunyi.

Sebanyak 6 pintu masuk tol untuk arus kendaraan yang hendak menuju ke Bandung atau Jakarta, dibuka dengan tarif tetap sama seperti sebelumnya.

Humas China Road and Bridge Corporation (CRBC), Mulsani mengatakan, operasional gerbang Tol Cileunyi yang baru ini dimulai hari, Rabu (1/9/2021) pukul 00.00 WIB.

"Tidak mengalami perubahan tarif, hanya lokasi pintunya yang bergeser. Tadinya pintunya itu berada di plaza bawah, kini menjadi di plaza atas,"kata Muslani ketika dihubungi KejakimpolNews melalui telepun Rabu (1/9/2021) malam.

Sementara untuk arus kendaraan dari arah Jakarta atau Bandung yang akan menuju arah Garut dan Tasikmalaya, sebanyak tiga pintu dibuka dengan tarif yang tetap sama.

"Sebanyak 6 pintu dibuka untuk arah masuk ke Jakarta. Sedangkan untuk yang keluar, baik itu dari Jakarta maupun Bandung menuju Tasikmalaya atau Garut, itu ada tiga pintu yang dibuka," terang Mulsani.

Dengan dibukanya 6 pintu masuk di gerbang Tol Cileunyi yang baru, Mulsani berharap arus lalu lintas di kawasan Cileunyi menjadi lebih lancar dan tak terjadi penumpukan arus kendaraan.

"Bagi pengguna jalan tol, tetap meningkatkan kewaspadaan, perhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada,"pungkasnya.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Merpati Harga Miliaran Rupiah, Bukan Omong Kosong Tapi Kenyataan
Awas...! Jangan Terlalu Lama di Depan Komputer, Bila Tidak Ingin...
Waduuuhhh...! 46 Orang Warga Garut Menjadi Korban Gigitan Anjing
Tak Ada Kado Istimewa di HUT ke-20 Kota Tasikmalaya, 30 Orang Luncurkan "Kota Resik".
Tradisi Siraman Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Diwarnai Kericuhan