Harga Tertinggi Rp26 Miliar

Merpati Harga Miliaran Rupiah, Bukan Omong Kosong Tapi Kenyataan

  • Kamis, 30 September 2021 | 16:19 WIB
foto

Foto: Istimewa

ERWIN Sutisna memperlihatkan tropi dan piagam usai lomba merpati (foto atas). Jajang Solihin ditemani sang buah hati mengamati burung merpati di kandang. miliknya.

TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com - Setelah viral ihwal sepasang burung merpati milik seseorang asal Pekalongan Jawa Tengah di dunia jagat maya yang konon harganya mencapai 1,5 miliar, muncul tanggapan dan reaksi dari para pecinta burung yang lainnya.

Di antaranya yang satu ini. Jajang Solihin asal Perum Nirwana Gardeen Regency, Bebedahan, Kota Tasikmalaya dan Erwin Sutisna asal Kampung Cipareuan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, keduanya merupakan peternak burung merpati.

Keduanya merasa yakin bahwa adanya transaksi di Pekalongan tersebut dengan harga fantastik itu adalah nyata dan fakta. Menurut Erwin, itu bukan cerita bohong atau hoaks tapi kenyataan.

"Bagi yang awam pasti harga itu mustahil. Beda ceritanya jika mereka (masyarakat yang tahu) bahwa burung merpati memiliki kemampuan mumpuni," kata Erwin dalam laman WhatsApp yang dikirm, Kamis 30 September 2021.

Menurutnya, jika seseorang yang berniat memiliki atau beternak burung merpati syaratnya adalah tekun dan telaten. "Dan yang lebih penting tahu karakter burung," katanya.

Diakuinya, burung merpati yang dimiliki dan diternakannya memiliki kemampuan sederhana tidak sepantastis seperti di pekalongan. "Meski burung merpati kami disini sudah menjuarai beberapa even, paling banter di harga lima juta hingga tujuh jutaan," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Jajang Solihin, untuk melatih burung merpati dirinya harus merogoh kocek dalam seminggu ratusan ribu rupiah. "Untuk satu minggu kita melatih burung di tempat lomba harus mengeluarkan uang limaratus ribu rupiah," katanya.

Ditambahkannya, uang tersebut sebagai upah bagi sang pelatih di lapangan. "Saya punya dua orang karyawan. Tugasnya melatih," tandas Jajang.

Mengutip laman INews yang updatye Selasa 27 September 2021, empat pasang burung merpati yang harganya meroket dan fantastik. Yang pertama, merpati balap dari Belgia Seharga Rp26 miliar. Merpati ini mencetak rekor dunia. Burung berusia tiga tahun tersebut laku 1,6 juta Euro, setara Rp26 miliar dalam lelang online.

Dari Daily Mail, Senin (16/11/2020)-masih dalam laman iNews, burung bernama New Kim dibeli seorang warga China misterius. Detik detik terakhir penawaran, dua warga China menggunakan akun pseudonim Super Duper dan Hitman saling kejar meraih angka tertinggi.

"Saya yakin ini rekor dunia, saya belum pernah melihat dokumen penjualan resmi di harga itu. Ini sulit di masa depan untuk meraih harga serupa," kata Chairman Pigeon Paradise (PIPA), Nikolaas Gyselbrecht.

Di posisi kedua, merpati Armando Belgia dihargai Rp20 miliar. Merpati ini dijuluki Lewis Hamilton, pebalap F1 karena kecepatan terbang yang luar biasa. Tahun 2019, Armando laku terjual dengan harga 1,25 juta Euro atau setara dengan Rp20 miliar.

Selanjutnya di posisi ketiga, merpati Jaguar Pekalongan dihargai Rp1,5  miliar. Burung merpati asal Pekalongan yang diberi nama Jaguar berusia 5 tahun laku terjual dengan harga Rp1,5 miliar.

Merpati balapan koong tersebut kerap memenangkan kejuaraan dan beberapa kali mendapat hadiah mobil dari hasil menang.  Burung dara tersebut hasil penangkaran di tempat Muhammad Juned, yang sehari- hari dirawat secara khusus oleh beberapa orang tenaga kerja.

Dan di posisi keempat burung merpati asal Bandung, Jayabaya dengan harga jual Rp1 miliar. Oleh pemiliknya burung merpati itu diberinama Jayabaya. Jayabaya, dibeli  Robby Eka Wijaya (34) warga Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok dengan harga Rp1 miliar.

Robby menceritakan awal mula dirinya berani merogoh kocek dalam-dalam demi seekor burung. Dikatakan, dirinya bersama tim bernama Royal, telah memantau burung merpati tersebut sejak setahun terakhir ini.

"Burung ini sering memenangi dalam berbagai lomba. Dari 15 sampai 20 kali adu ketangkasan, kecepatan yang diikuti, persentase kemenangannya 70-80 persen," kata Robby masih di laman yang sama.**

Reporter: Budi S. Ombik

*) dari berbagai sumber

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Anis Mata dan Fahri Hamzah "Gelorakan Tanam 10 Juta Pohon" di Cibiruwetan
Meminimalisasi Emisi Gas, Bus Listrik Diujicobakan di Bandara Soekarno Hatta
Emma Dety Takziah ke Rumah Orang Tua dari Anak Korban Pembunuhan di Pacet
Penyebab Kecelakaan di Tol di Antaranya karena "Micro Sleep", Apakah Itu?
Penangkaran Hewan Penyu Di Tundagan Berawal Dari Desa Belawa Cirebon