Tanpa Prokes Warga Berebuit Air

Tradisi Siraman Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Diwarnai Kericuhan

foto

Yus Firdhaus

SULTANJKasepuhan XV PRA Lukman Zulqaedin memimpin acara panjang jimat di Keraton Kasepuhan (atas). Kericuhan di dalam keraton saat warga berebut air dari gentong bekas siraman yang menurutnya berkhasiat (bawah)

CIREBON, KejakimpolNews.com - Tadisi jelang Maulid Nabi Miuhammad SAW yang diadakan setahun sekali, yakni pencucian benda pusaka di Keraton Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Rabu (13/10/2021) diwarnai dengan kericuhan.

Ironis sekali, dalam acara sakral yang mestinya adem ayem justru mendadak ricuh yang berlangsung di dalam keraton. Hal ini berawal saat sedang berlangsung prosesi siraman benda pusaka sebagai kegiatan mengawali rangkaian jelang Maulid Nadi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan.

Pencucian benda pusaka berupa piring, guci dan kristal mawar, dicuci dengan serbuk bata merah sebagai simbol penyucian diri dalam menyambut maulid. Tradisi ini awalnya berlangsung khidmat, mendadak ricuh karena warga yang ikut acara terlihat berkeremun tanpa prosedur kesehatan.

Warga tersebut berebut ingin segera mengambil air dari gentong keramat bekas pencucian benda pusaka. Mereka menganggap air tersbeut ada berkahnya untuk dibawa pulang.

Seperti diakui Saiuman Wicaksono warga Indramayu. Ia berfusaha mendapatkan air bekas siraman. "Saya sengaja datang jauh ingin air dan minta berkahnya, minta kesembuhan dan rezeki dari acara panjang jimat ini, " aku Saiman yang mengaku jauh-jauh pergi dari kampungnya.  Tak cuma Saiman, warga lainnya dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Inxdramayu, Majalengka, Kuningan)  juga berdatangan pada acara tahunan ini.

Sementara Sultan Kasepuhan XV PRA Lukman Zulqaedin menyatakan,  rangkaian acara jelang maulid ini merupakan tradisi tengan mengadakan siraman benda pusaka. Benda-benda  pusaka yang dikeluarkan pada upacara panjang jimat atau sekatenan ini di antaranya piring sekitar 9 buah yang merupakan peninggalan para wali.

Selain tradisi siraman panjang jimat, saat acara itu Sultan Luqman Zulkaedin bersama abdi dalem melakukan tradisi buka bekasem ikan yaitu pembukaan tempat penyimpanan ikan dalam guci yang dibuat satu bulan lalu.**

Editor: Maman Suparman

Reporter: Yus Firdhaus

Bagikan melalui
Berita Lainnya
40 Anggota Kopassus Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Silaturahmi ke Kodim Kuningan
Penyebab Kecelakaan di Tol di Antaranya karena "Micro Sleep", Apakah Itu?
HUT ke-50 Korpri Tangerang Berbagi Rasa dengan Penggali Makam
Alumni SMAN se Bandung "Jiwalumaju" Siap Bagi-Bagi Sembako Kanyaah
Bandara Soetta Batasi Penumpang Selama Natal dan Tahun Baru