Keluarga Tak Percaya Kena Covid-19

Jhony Hidayat Meninggal Dunia, Jasadnya Belum Boleh Dibawa ke Rumahnya

foto

Sonni Hadi

ALMARHUM Jhony Hidayat saat masih aktif menjadi anggota DPRD Kota Bandung bersama Oded M.Danial yang sekarang jadi Wali Kota Bandung.

BANDUNG,KejakimpolNews.com.- Warga Kota Bandung harus kehilangan salah seorang tokoh dan aktivisnya. Jhony Hidayat (67). Mantan Ketua AMS Distrik Kota Bandung dan juga mantan anggota DPRD Kota Bandung beberapa periode yang lalu ini, Kamis (14/1/2021) mengembuskan nafasnya yang terakhir.

Belum banyak diperoleh tentang apa penyebab Jhony Hidayat  ini meninggal. Ada yang menyebut karena komflikasi beberapa penyakit, ada pula dugaan terserang Covid-19. Yang jelas, hingga Kamis (14/1) petang pukul 15.00, jasad penduduk Jalan Cakra Larang No. 2, Singasana Pradana, Bandung ini masih terbaring di Rumah Sakit Kebon Jati Bandung.

Nenden kakak almarhum juga belum mengerti betul. Yang jelas katanya, sebelum meninggal dunia, Jhony sejak semalam mengaku sesak nafas. Kamis pagi ia sempat minum kopi. Saat itulah tiba-tiba ia jatuh pisan. Keluarga panik, selanjutnya Jhony dibawa ke RS. Kebonjati.

Sesaat setelah tiba di rumah sakit, nyawa Jhony tak tertolong, ia meninggal dunia sebelum menjalani pengobatan. Menurut Nenden pula, memang Jhony sejak lama punya penyakit komplikasi. Sejak jadi anggota DPRD Kota Bandung harus menjalani secara rutin cuci darah dua kali seminggu.

Bagi Jhony kalau dia sesak nafas itu sudah dianggap biasa, nanti setelah cuci darah pun akan sembuh seperti sedia kala. Yang membuat keluarga kaget, pihak Rumah Sakit Kebon Jati menahan Jhony untuk tidak diambil keluarga pulang ke rumah, sebab bisa diicurigai ada ndikasi terkena Covid-19.

Jasad Jhonypun terpaksa disimpan dahulu entah sampai kapan, menunggu hasil swab test. Hingga pukul 17.00 Kamis petang, hasil swab test belum diperoleh, sedangkan jasad Jhony masih ada di ruang pemeriksaan. Siapapun termasuk keluarganya tidak diperkenankan untuk mendekati jasadnya.

Bahkan jika hasil swab testy positif tekonfirmasi Covid, maka pemakamannya akan ditangani petugas Covid dengan protokol sebagaimana SOP pemakaman korban Covid. Di antaranya, tidak boleh dibawa pulang ke rumah, harus langsung dibawa ke tempat pemakaman umum TPU khusus, tidak boleh disaksikan dari dekat.

Keluarganya pun tampak pasrah, sambil menunggu keputusan. Hanya Nenden mengatakan, jika kena Covid-19, agak kurang percaya, soalnya selama ini Jhony suydah jarang kemana-mana, katanya.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Komjen Pol.Agus Andrianto Resmi Jabat Kabareskrim
Nurdin Yana Resmi Menjadi Sekda Kabupaten Garut
Kang Pipit Dikebumikan Dalam Balutan Doa dan Isak Tangis
Covid-19 Merenggut Nyawa Kades Cinunuk
Nurdin Yana Sekda Kabupaten Garut Yang Baru