Meninggal di RS Al Islam

Soewardjo Si Wartawan Tangguh Itu Kini Telah Tiada

foto

istimewa

SOEWARDJO (31/10/1939 - 30 /4/2021)

BANDUNG, KejakimpolNews.com- Segenap wartawan terutama yang senior-senior angkatan tahun 1970-an sampai 2000-an pasti mengenalnya. Dialah Soewardjo, akrab dipanggil Wardjo atau Kang Wardjo. Jumat (30/4/2021) sore tadi mantan wartawan Mandala dan Pikiran Rakyat ini telah mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Al Islam Bandung.

Semua terkejut terutama para wartawan tua yang telah mengenal dekat dengannya lebih khusus yang tergabung dalam Grup WhatsApp (WA) Wartawan Kejakimpol (Wartawan Kejaksaan Kehakiman dan Kepolisian). Sebab bagaimanapun sosok almarhum biarpun sudah 82 tahun (lahir 31-10-39) masih kelihatan jagjag waringkas.

Rabu 23 Maret lalu dia masih chat di WA Kejakimpol, bahkan sempat dibalas oleh saya dan H. Sudaryo. Saat itu ia mengirim pesan ke WAG, Kang Wardjo mengaku sedang terbaring di Rumah Sakit Al Islam. "Minta doanya, saya akan dipasang ring Jumat lusa," katanya. 

Ya memang dia punya riwayat penyakit jantung. Mernurut Sudaryo mantan rekan sekantornya di Pikiran Rakyat, informasi dari  Dwiputra  putra almarhum, Kang Wardjo katanya telah menjalani pemasangan ring jantung Jumat pagi. Bahkan lancar dan tuntas, yang bersangkutan dipasang 3 ring. Namun kata Sudaryo mengutip cerita Dwiputra, beberapa jam kemudian diobservasi tiba-tiba kondisi almarhum menurun. Saat itu juga segera dialihkan ke ICU. Sayang pukul 14.00 WIB,  Allah SWT memanggilnya.

Sudaryo jugalah yang sibuk mengurus dan memberi informasi kepada setiap rekan yang bertanya. Selain ia aktif di Ikatan Purnabhakti Pikiran Rakyat (IPPR), kebetulan rekan dekatnya. Bahkan Sudaryo mengaku terkejut saat melayat ke rumahnya di Kompleks Perumahan Galih Pawarti Baleendah.

"Saya baru tahu almarhum itu ternyata seorang veteran mantan pejuang. Dikira saya cuma wartawan saja,". kata Sudaryo.

Ya memang Soewardjo sebelum terjun ke dunia wartawan ia adalah pejuang kemerdekaan. Lewat sertifikat yang diperolehnya, Soewardjo tercatat sebagai anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) No.KTA : 2792/04/XI/2016 yang ia peroleh dan nikmati baru empat tahun. Diapun tercatat menjadi anggota Paguyuban Purnabhakti Intelijen Negara Seno Cakti. 

Memang selama ini kami wartawan-wartawan senior hanya mengenal dia itu adalah wartawan saja. Dia senang meliput dunia kekerasan, hardnews, pemburuan penjahat, ikut gabung dengan kepolisian menangkap penjahat kakap, dan liputan "dunia hitam" lainnya.

Karena berita produknya sering eksklusif dan kerap mengalahkan koran lain dalam liputan yang lengkap saat yang saat itu masih tercatat sebagai wartawan Harian Mandala. Karena itulah, mungkin Pikiran Rakyat (PR) kepincut lalu merekrutnya. Omay Komar rekannya di Mandala dulu menyebut, Soewardjo menjadi wartawan Mandala tahun 1976. "Nah tahun 1983-1984, dia pindah ke Pikiran Rakyat," kata Omay.

Beres purnabhakti dari PR yang bersangkutan sempat ke Bali bersama putrinya. Malah dengan bangga ia menyebut dirinya jadi orang Bali. Beberapa rekannya ada yang mencandainya dengan pangilan I Komang Wardjo, Wayan, atau Made Wardjo. Yang bersangkutan justru kelihatan bangga dan dibalas dengan senyuman.

Daya kritisnya masih teruji. Ketika melihat berita di KejakimpolNews salah kata, salah tanggal, atau tulis, almarhum segera  kirim WA menyebut tanggal atau kata yang benar.

Kini wartawan kepolisian yang tangguh pada zamannya itu telah tiada, meninggalkan keluarga dan sahabat-sahabat yang menyayanginya. Takdir memang tak bisa dicegah, bulan lalu baru kami para wartawan diitinggal mantan wartawan Galamedia H. Yayat Wiryadi dalam usia 60 tahunan, kini Kang Wardjo dalam usia 82 tahun. Tidak tua tidak muda dalam urusan kematian, esok lusa pasti giliran kami yang kini sedang antre.

Tak ada kata lain buat almarhum, semoga dosa dan khilapnya diampuni. Kepada keluarga, semoga ikhlas dan tawakal. Insya Allah kami wartawan sahabat-sahabat almarhum akan selalu mengenang baik sosok beliau yang bersahaja, tangguh, dan kritis.

Catatan: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kang Emil: Alhamdulillah! Bu Cinta Sudah Negatif Covid-19
Dea, Balita Warga Cinunuk Alami Gizi Buruk Bisa Pulang dari Rumah Sakit
Bupati Bandung Terpilih Bersilaturahmi ke Kapolda Jabar
Kang DS, "Mari Kita Bersama Melaksanakan Pembangunan dengan Nilai Luhur Urang Sunda"
Ridwan Kamil Hanya Bisa Dadah-Dadah kepada Istrinya