Ustaz Dadan: Tradisi Intelektual Fondasi Utama Membangun Peradaban

Foto: Whyr
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuningan, Ustaz Dadan Rohmatun Ramdan, Lc.
KUNINGAN. KejakimpolNews.com -- Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuningan, Ustaz Dadan Rohmatun Ramdan, Lc., menegaskan, tradisi intelektual merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban.
Menurutnya, kemajuan peradaban tidak mungkin terwujud tanpa tradisi keilmuan, budaya membaca, dan kemampuan berpikir secara mendalam.
Hal itu ditegaskan Ustaz Dadan, dalam Seminar Nasional di Kampus Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK), Sabtu (31/10/2026).
Ia mengingatkan bahwa sejarah Islam memberikan pelajaran penting tentang bagaimana tradisi membaca menjadi pintu awal perubahan peradaban. Hal tersebut tercermin dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, yakni perintah Iqra atau membaca.
“Kenapa ayat yang pertama turun adalah Iqra? Ada kemunduran peradaban karena intelektualitas yang sedang hancur. Maka program rekonstruksi tradisi intelektual mahasiswa ini merupakan program yang sangat bagus. Kembalikan jati diri IMM seperti ini,” ungkapnya.
Ia berharap IMM mampu mengembalikan karakter gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi tradisi intelektual, pemikiran kritis, serta nilai-nilai Islam dan persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, mahasiswa harus terus mengembangkan wawasan dan keilmuan agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun peradaban, khususnya di Kabupaten Kuningan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai rekonstruksi tradisi intelektual harus dimulai dengan membangun peradaban berbasis riset dan keilmuan.
Mahasiswa papar Wawang, perlu membiasakan diri mengumpulkan dan mengolah data secara benar hingga menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pengambilan kebijakan untuk kepentingan masyarakat luas.
Ia juga mendorong IMM untuk kembali membudayakan kegiatan membaca dan diskusi ilmiah di tengah kebiasaan generasi muda yang semakin lekat dengan aktivitas menggulirkan konten media sosial.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi dan pengembangan intelektual dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan hingga wilayah Ciayumajakuning.
Melalui kegiatan ini diharapkan IMM dan seluruh elemen mahasiswa dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun tradisi intelektual, memperkuat budaya riset, serta melahirkan gagasan-gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, membangun peradaban bukan hanya tentang melahirkan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang memiliki kedalaman ilmu, kekuatan nalar, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman