Guru Dini Fitri dan Siswa Indra Berdamai, Gubernur Banten Batal Copot Jabatan Kepsek SMAN 1 Cimarga

Foto: Tangkapan layar YouTube
Kepala Sekolah/Guru SMAN 1 Cimarga dan siswa Indra berdamai difasilitasi Gubernur Banten Andra Soni.
SERANG, KejakimpolNews.com — Kasus yang menghebohkan dunia pendidikan gegara Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Dini Fitri menamprat Indra, seorang siswanya yang kedapatan merokok, berakhir damai.
Perdamaian antara guru/kepala sekolah dan anak didiknya ini dimediasi dan dipertemukan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Tak hanya dihadiri Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitri dan Indra, juga orangtua Indra yang sempet ngotot ingin memperkarakan Dini Fitri dengan cara melapor ke kepolisi, dan ia minta polisi mengusut tuntas perkara yang ia anggap kepala sekolah telah melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Kasus ini menjadi heboh, banyak yang membela Kepsek SMAN 1 Cimarga atas tindakannya. Bahkan tak sedikit yang menyesalkan orang tua Indra yang melaporkan ke polisi kasus tersebut.
Hingga polemik tambah runcing manakala para siswa SMAN 1 Cimarga, Banten yang jumlahnya 600 lebih ini mogok belajar, mereka menuntut kepala sekolahnya Dini Fitri dilengserkan.
Suasana semakin panas manakala Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Anjdra Sono dan Dimyati siap mencopot jabatan Dina Fitri dari Kepala SMAN Cimarga 1, karena dianggap telah membuat gaduh.
Pimpinan daerah inipun mendapat serangan dari netizen, mereka banyak menilai Kepala Daerah mestinya memanggil dahulu berbagai pihak baru memutuskan kasusnya.
Berbagai tanggapan muncul, tindakan Dina Fitri menegur Indra yang tertangkap merokok di belakang sekolah mendapat reaksi beragam. Ada yang menganggap wajar ada juga yang menyatakan tamparan ini tak layak dilakukan guru terhadap anak didiknya.
Tak urung rencana nonaktif atau pencopotanjabatan Keplsek untuk Dini Fitri juga ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Lukman. Ia mengatakan tindakan penonaktifan sementara terhadap Dini Fitri dilakukan untuk menenangkan suasana sekolah yang sempat tidak kondusif.
“Guru tidak lagi dihormati, siswa menolak masuk kelas. Jadi penonaktifan bersifat sementara, bukan hukuman,” ujarnya, Kamis, 16 Oktober 2025.
Akhirnya Gubernur Banten Andra Soni mempertemukan kedua belah pihak di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Dini dan Indra saling bermaafan. Kedua pihak sudah berdamai. Orangh tua Indra juga katanya akan mencabut laporan ke polisi.
Kasus ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet yang membela Dini Fitri, menilai tindakannya sebagai bentuk disiplin terhadap pelanggaran siswa.
“Saya minta maaf atas kesalahan saya,” kata Indra kepada guru sekaligus kepala sekolahnya.
“Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf. Semoga kamu bisa ikhlas dan sukses ke depannya,” balas Dini.
Gubernur Andra Soni menyebut insiden ini menjadi pelajaran penting tentang keikhlasan dan penghormatan antara guru dan murid. Ia memastikan Dini Fitri segera kembali aktif sebagai kepala sekolah.
“Kami tidak ingin muncul persoalan baru kalau Ibu Dini dipindahkan. Proses pembelajaran harus berjalan normal kembali,” kata Andra.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kanit PPA Polres Lebak, Ipda Limbong, menyatakan laporan yang dibuat orang tua Indra masih tercatat, namun kemungkinan besar akan dicabut setelah mediasi berjalan baik.**
Author: Sonni Hadi
Editor: Sonni Hadi

