Pameran Tunggal dan Bedah Buku Fotografi 3D Anaglyph di Gelar di Gedung Graha Wangi

foto

Foto: Whyr

Dosen Uniku, Dr. Sigit Setya Kusuma, M.Sn., menggelar pameran tunggal dan bedah buku fotografi 3D Anaglyph di Gedung Graha Wangi, Kuningan, Senin (28/09/2026).

KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Dosen Universitas Kuningan (Uniku), Dr. Sigit Setya Kusuma, M.Sn., menggelar pameran tunggal dan bedah buku fotografi 3D Anaglyph di Gedung Graha Wangi Kabupaten Kuningan, Senin (28/09/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi Sigit untuk mempersembahkan karya fotografi hasil eksplorasi dan eksperimennya dalam menghadirkan perspektif, ruang, serta kedalaman melalui medium fotografi.

Pameran ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.MPd., mewakili Bupati Kuningan, dihadiri Rektor Uniku dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sigit menjelaskan, eksperimennya dalam fotografi pada akhirnya melahirkan karya dalam bentuk 3D Anaglyph. Melalui karya tersebut, ia ingin mengajak audiens tidak hanya melihat fotografi sebagai gambar dua dimensi, tetapi juga merasakan ruang dan kedalaman yang hadir di dalamnya.

“Melalui karya ini, saya ingin mengajak audiens untuk tidak hanya melihat sebuah foto sebagai gambar dua dimensi, tetapi juga merasakan sebuah ruang dan kedalaman yang hadir di dalam karya fotografi,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan kacamata 3D Anaglyph menjadi bagian penting untuk menikmati karya secara utuh. Dengan perangkat tersebut, ruang dan kedalaman yang dieksperimentasikan dalam karya fotografi dapat terlihat lebih nyata.

Sigit juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas dukungan terhadap terselenggaranya pameran tunggal tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan khususnya Prof. Guntur dan Aji Dharma, yang telah memberikan perhatian, pemikiran, dan dukungan dalam proses berkarya maupun penyelenggaraan pameran.

Sementara itu, Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyampaikan bahwa fotografi dapat menjadi media pembelajaran yang sangat baik. Menurutnya, sebuah gambar mampu menyampaikan berbagai pesan dan memberikan pembelajaran kepada masyarakat.

“Sebagai seorang pendidik, saya melihat bahwa karya fotografi juga dapat menjadi media pembelajaran yang sangat baik. Kita dapat belajar banyak melalui gambar, karena satu gambar dapat berbicara dan menyampaikan begitu banyak hal,” tuturnya.

Anna juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam karya tersebut, khususnya mengenai kawin cai, yang merupakan salah satu tradisi dan budaya masyarakat Kuningan yang berkaitan dengan air dan penyatuan sumber mata air.

Ia berharap pameran dan bedah buku tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sumber daya air sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil manfaat dan semakin memahami makna penting sumber daya air bagi kehidupan,” ujarnya.**

Author: WHJR
Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Diguncang Gempa "Swarm" 118 Kali, Penduduk Takut "Kiamat Bandung"
Breaking News! Lahan Samping Tol Cisumdawu Terbakar Hebat, Asap Pekat Halangi Jalur Lalu Lintas
1.417 Dapur SPPG Resmi Ditutup, 21 di Antaranya di Kab. Bandung, Ini Biang Keroknya!
Aliansi Peduli Sumedang Tunggu KDM di PPS Terkait Dugaan Skandal Wabup Sumedang, Ini Tuntutannya
15 Peserta Nikah Massal Jelang HJKB, Dapat Surat Nikah dan Kado Bulan Madu