TPT Longsor di Cisaranten, Kota Bandung, 3 Pekerja Tertimbun Batu dan Tanah, 1 Luka

foto

Istimewa

TPT yang longsor di Cisaranten, Kota Bandung, 3 pekerja tertimbun tanah dan batu

BANDUNG, KejakimpolNews.com-Tiga pekerja tertimbun tanah galian dan batu saat memasang Tembok Penahan Tanah (TPT) kirmir Sungai Cijalupang di Jalan Golf Raya, Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu (3/10/2026). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Iyan (25) salah satu dari korban yang nyaris seluruh tubuhnya tertimbun tanah dan batu dari longsornya TPT berhasil diselamatkan warga dan tim Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban Iyan dan dua rekannya hendak mengerjakan perbaikan kirmir yang sudah rusak akibat gerusan air. "Di bawahnya sudah ada lubang satu meter, ternyata pas dia gali tanahnya longsor karena kan tanahnya basah," kata Rini (35), salah seorang saksi, saat ditemui di lokasi.

Sebelum pekerja memperbaiki fondasi, warga sempat memperingatkan 3 orang pekerja tersebut agar berhati-hati mengingat kondisi tembok kirmir yang rapuh. Saat pekerja mulai melakukan pekerjaan perbaikan, tiba-tiba tanah yang tergerus mulai bergerak dan roboh. Material tanah dan bebatuan kirmir pun menimbun tiga pekerja, salah Iyan. "Tanahnya langsung menimpa. Untuk yang dua orang dia bisa langsung sigap, tetapi yang satu orang (Iyan) karena sudah di bawah dan dekat dengan tanah yang longsor seketika ketimbun tanah dan batu serta tertimbun," katanya. Menurut Rini, pekerja itu terkubur seluruhnya, warga yang melihat langsung berupaya mengeruk tanah hingga kepala korban berhasil dikeluarkan. "Tertimbun sekitar 7 menit baru kepalanya bisa kelihatan. Oleh warga dikeruk tanahnya," kata Rini. Warga berupaya mengeluarkan korban hingga setengah badan, tetapi tidak berhasil mengangkat seluruh tubuhnya lantaran bagian kaki korban terjepit besi dan material batuan. Akhirnya, warga pun meminta bantuan Diskarmatan Kota Bandung untuk mengevakuasi pekerja tersebut. "Kurang lebih satu jam untuk bisa keluar karena terjepit batu dan besi," katanya. Beruntung dalam insiden itu, korban berhasil diselamatkan, namun korban mengalami luka robek di bagian kepala dan sekitar kakinya yang terjepit. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Ujungberung untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat ini korban telah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Roby Darwan mengatakan, korban berhasil diselamatkan setelah tim Diskarmatan Kota Bandung melakukan evakuasi. Menurutnya, saat itu korban dan dua rekannya tengah melaksanakan rehabilitasi kirmir. Roby mengimbau pelaksana melakukan pemantauan kerawanan terlebih dahulu sebelum melakukan pengerjaan untuk menghindari risiko. "Harus ada penilaiannya di setiap pekerjaan tak lupa harus ada pula penilaian dampaknya seperti apa. Semua pekerja belum tahu risikonya seperti apa, jadi harus ada tim teknisnya," katanya.**                                                                    Editor:Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
40 Hektare Hutan Ciremai Terbakar, Masih Ada Kepulan Asap dan Titik Api di Erpah
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Juga ke Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak
Setelah 2 Jasad, 11 Korban Selamat KM Virgo Asal Karangpawitan Garut Dipulangkan
Jenazah Erick dan Risyan, Korban Tragedi KM Virgo di Laut Jawa Tiba di Karangpawitan Garut
Dentuman dan Getaran Sabtu Malam di KBB dan Cimahi Kagetkan Warga, BMKG Beri Penjelasan Ilmiah