Sobirin Nelayan Cianjur Hilang, Perahunya Ditemukan Terombang-ambing di Laut

foto

Foto : Istimewa

Perahunya ditemukan terombang-ambing di laut, Sobirin nelayannya hilang

CIANJUR, KejakimpolNews.com -- Seorang nelayan asal Kampung Karyamukti, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, dilaporkan hilang saat melaut di Perairano Cidaun, Kabupaten Cianjur.

Korban yang diketahui bernama Sibirin (43) ini pergi melaut menggunakan perahu AM Family, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Pada Rabu (14/10/2026), perahu yang ditumpangi korban ditemukan tanpa awak dan terombang-ambing di tengah laut. Perahu tersebut kemudian dievakuasi oleh nelayan lain yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi.

Sementara itu, Kasatpolair Polres Cianjur, Iptu Eko Waluyo, mengatakan jajarannya telah menerima laporan dugaan kecelakaan laut yang menyebabkan seorang nelayan asal Kecamatan Cidaun hilang.

Menurut Eko, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam di Perairan Cidaun.

"Upacara pencarian hari pertama kami menyisir area pantai. Untuk pencarian ke tengah perairan dinilai berisiko dengan kondisi gelombang tinggi jika menggunakan alat dan sarana yang terbatas,” kata Eko kepada wartawan, Kamis (15/10/2025).

Hari kedua pencarian, kata Eko, jajarannya dibantu Basarnas yang menerjunkan peralatan dan sarana SAR yang lebih memadai.

“Hari kedua ini, kami dibantu Basarnas dan unsur SAR lainnya yang dibagi menjadi beberapa tim untuk melakukan pencarian di lokasi awal perahu korban ditemukan dan menyisir area pantai,” katanya.

Eko menjelaskan, gelombang tinggi dan angin kencang menjadi kendala dalam proses pencarian korban.

“Saat ini gelombang tinggi mencapai sekitar 3 meter masih terjadi, ditambah angin kencang. Kondisi ini cukup berisiko dan menjadi kendala, kami masih harus pantau kondisi cuaca di lokasi pencarian,” ujarnya.

Pencarian korban, sambung Eko, akan dilakukan selama sepekan ke depan.
“Operasi SAR hingga sepekan ke depan. Kami meminta masyarakat dan nelayan agar tidak memaksakan melaut dengan kondisi gelombang tinggi disertai angin kencang,” pungkas Eko.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
"Polisi Bersama Masyarakat", Ini 6 Pesan Tegas Kapolresta Bandung Kombes Pol. Tri Suhartanto
Terjebak Macet di Jalur "Neraka" Bundaran Cibiru-Cileunyi, Pengguna Jalan Kembali Curhat
Sopirnya Mabuk, Sedan Honda City Terjun ke Parit Kawasan Summarecon Gedebage
Dua Perempuan Tewas Setelah Motornya Bertabrakan dengan Minibus di Wado Sumedang
Sudah 4 Bulan 4 Ekor Monyet Liar Berkeliaran Mengganggu Warga Cileunyi Kulon