Andai Kolong Jembatan Simpang Susun Cileunyi Meniru Flyover Pasupati

Yayan Sofyan
Jika di kolong jembatan Tol Cisumdawu dijadikan "show room" (atas), kolong jembatan fly over Pasupati kini nyaman, bersih dan estetis
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Terkait kawasan Simpang Susun Cileunyi, terutama di kolong jembatan Tol Cisumdawu, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang kian kumuh, sejumlah pengguna jalan akhirnya membandingkan kondisi kolong Flyover Pasupati Kota Bandung.
Bagaimana tidak, kondisi kolong jembatan Tol Cisumdawu kondisinya semakin kumuh. Selain jadi sasaran aksi vandalisme, terminal dan kios liar marak, juga tepat kolong jembatan kini dijadikan "show room" mobil bekas.
Sementara di bawah Kolong Jembatan Pasupati (Jalan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung yang sebelumnya kumuh kini berubah menjadi lebih estetis. Setiap dinding penyangga jembatan layang dipenuhi mural berwarna-warni karya seniman ternama, Kapten Jhon yang mempercantik kawasan tersebut.
Setelah direvitalisasi oleh Pemkot Bandung, area ini tidak lagi terlihat berantakan. Nantinya, lokasi ini akan dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona permainan anak, zona petualangan, dan zona seni. Kolong Jembatan Pasupati yang dulunya kumuh dan rawan kini menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga.
Pemkot Bandung telah melakukan pembersihan, pembangunan fasilitas umum, serta penambahan mural seni dan pencahayaan di kawasan ini. Warga sekitar menyambut baik perubahan ini dan berharap area yang telah ditata dapat dijaga dengan baik.
Bagaima dengan kondisi kolong jembatan Tol Cisumdawu? Jangankan ditata agar estetis, penertiban pun dari pihak terkait tak ada. Malahan kawasan kolong jembatan Tol Cisumdawu kini tambah semrawut dan sareukseuk.
"Jujur, saya iri jika membandingkan kondisi kawasan kolong jembatan Tol Cisumdawu dan kolong Flyover Pasupati. Jika tak ditata, ya kolong jembatan ditertibkan atuh," kata Sri Yuningsih, warga Cileunyi yang juga dosen perguruan tinggi di Jatinangor kepada KejakimpolNews.com, Selasa (18/3/2025).
Hal senada dilontarkan Ketua BPD Cileunyiwetan, Relly Ridwan. Bahkan, Relly mengkritik pedas sejumlah pihak terkait yang membiarkan kawasan Simpang Susun Cileunyi, terutama kolong jembatan Tol Cisumdawu dibiarkan acak-acakan.
"Terlalu jauh jika kolong jembatan Tol Cisumdawu ditata agar indah, nyaman, hijau dan estetis. Ya, minimal ada penertiban agar tak kumuh dan tak jadi sumber macet. Kitu tunggu langkah sejumlah pihak terkait agar kawasan kolong Tol Cisumsadu ditertibkan," ujar Relly.
Sebelumnya, Camat Cileunyi, Cucu Endang pernah mengecek ke lapangan. Bahkan telah melapor ke sejumlah pihak terkait. Namun masih belum ada respon.
Riki Ganesa, anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung sebelumnya pernah menyorot soal kumuh di kolong jembatan Tol Cisumdawu tersebut.
Menurut Riki, legislator asal Cileunyi (Dapil 3) Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung ini mengatakan, jika terjadi kesemrawutan akibat hunian atau lapak ilegal pada Ruang Milik Jalan (Rumija) sudah semestinya pengelola tol dan penyelenggara jalan tol bertanggung jawab melakukan langkah penertiban.
"Pasal 41 Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang jalan menjelaskan apabila terjadi gangguan dan hambatan terhadap fungsi ruang milik jalan,
penyelenggara jalan wajib segera mengambil tindakan untuk kepentingan pengguna jalan," tandas Riki.
Diungkapkan Riki, kolong tol merupakan bagian Rumija yang menjadi bagian dari keseluruhan jalan tol. Ini, kata Riki, menjadi tanggung jawab pengelola jalan tol.
"Pengelola jalan tol adalah badan usaha jalan tol yang berada dalam pengawasan penyelenggara jalan yaitu Kementerian PUPR. Sekali lagi, kita berharap segera pihak pengelola mengambil langkah melihat kondis Simpang Susun Cileunyi, terutama di kolong jembatan tol," pungkas Riki.**
Author: Yayan Sofyan
Editor: Yayan Sofyan



