Atasi Banjir Baleendah
Bersama Warga, Tim Pentahelix "Gercep" Mulai Beraksi

Warga masyarakat bersama Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ikut serta menormalisasi saluran air dan irigasi sebagai langkah awal mengatasi banjir di daerahnya, Sabtu (25/04/2026)
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Hanya berselang seminggu sejak pembentukannya, Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung bergerak cepat (gercep) merealisasikan aksinya, Sabtu (25/04/2026).
Aksi yang dilakukan tim yang terdiri atas lima unsur ini fokus menormalisasikan saluran air dan irigasi sebagai langkah awal meminimalisir risiko banjir di Jalan Laswi Cipicung, RW 02 Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi program pentahelix di Baleendah, dengan harapan kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat penanganan dan pengurangan risiko banjir secara berkelanjutan.
Pentahelix sendiri adalah model kolaborasi lima unsur (Akademisi, Pemerintah, Masyarakat/Komunitas, Pelaku Usaha, dan Media)
yang bersinergi untuk mengembangkan inovasi, potensi lokal, pembangunan, atau manajemen risiko bencana secara komprehensif.
Camat Baleendah, Drs. Eef Syarif Hidayatullah, M.Si, menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan penyebab banjir.
“Ini adalah bentuk sinergitas semua unsur pentahelix. Hari ini kita mulai dengan aksi nyata membersihkan hambatan saluran, termasuk sedimentasi, agar aliran air kembali lancar," ujarnya seraya menyebutkan, kegiatan ini juga menjadi proses edukasi, agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Menurut Eef, jaringan saluran air yang akan diaktifkan kembali sebenarnya telah tersedia dari hulu hingga hilir menuju Sungai Citarum, namun perlu dioptimalkan kembali melalui kolaborasi dengan dinas terkait, termasuk kemungkinan penggunaan alat berat.
“Perencanaan penanggulangan banjir ini sudah lama kami rintis bersama dinas teknis seperti PUTR Kabupaten Bandung dan pihak terkait lainnya. Dan, sebagai langkah konkret hari ini kita awali dari Cipicung,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah, Rahmat, S.Ip, M.Si, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi perdana tersebut. Dia berharap,
partisipasi masyarakat seperti yang ditunjukan saat ini terus meningkat.
Sejumlah warga mengapresiasi kegiatan Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah, dan berharap kerja tim ini terus berlanjut, jangan serius di awal tapi melempem di tengah jalan.
Untuk hal itu, Rahmat berjanji, ke depan timnya akan melakukan perbaikan dan pengaturan saluran, termasuk aktivasi jalur air menuju Cirasea hingga bermuara ke Citarum.
“Penanganan akan dilakukan secara menyeluruh dari hilir ke hulu, tidak parsial. Selain Cipicung, beberapa titik lain juga sudah diidentifikasi dan disarankan untuk perbaikan seperti di Jalan Siliwangi depan patung Singapura, RW 21, dan RW 19,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Baleendah, Kostiawan, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut yang juga melibatkan warganya.
Ia merasa gembira, lingkungan menjadi lebih bersih, dan berharap saluran air kembali lancar, sehingga dapat mengurangi risiko banjir. Kostiawan berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan, tidak hanya sekali. Untuk itu pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan tim Pentahelix.
Senada disampaikan Ketua RT 01 RW 02, Rivai Triwidodo, yang wilayahnya terdampak banjir. Selain berharap
kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan, juga minta penanganannya lebih optimal dan ke depan tidak lagi terjadi banjir.
Editor : Hary Aboy Pahlawan