Pasca-Pembongkaran Bangli dan Lapak PKL di Bawah Flyover Kiaracondong, Farhan Terkejut Drainase Penuh Sampah

foto

Yayan Sofyan

Drainasi atau saluran air yang selama ini tertutup bangunan liar dan lapak PKL, ternyata sudah tertutup sampah berbagai jenis.

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Pasca-Pembongkaran bangunan liar (bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) di di bawah flyover Kiaracondong kemarin, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecek lokasi, Selasa (13/10/2026).

Begitu tiba ke lokasi, sejak Jalan Stasiun Lama (sekitar lintasan KA), depan Pasar dan Mapolsek Kiaracondong hingga Jalan PSM, Wali Kota ini tampak terbengong-bengong dan melongo melihat keadaan yang dulunya berada di bawah bangli dan lapak PKL.

Pada saluran air (drainase) yang dulu terhalang bangli dan PKL kini penuh dengan sampah dan juga menimbulkan bau menyengat. Tampak Farhan sesekali menggeleng-gelengkan kepala tanda kaget dan terkejut melihat drainase jadi tempat sampah.

"Wah, ini harus segera ditindaklanjuti penataan drainase secepatnya setelah bangli dan PKL dibongkar," kata wali kota sambil menyaksikan alat berat mengeruk sampah dan mengangkut material bekas bangli dan lapap PKL.

Didampingi Camat Kiaracondong, Arief Budiman dan Kapolsek Kiaracondong, AKP M. Hardian Andrianto sambil mengamati pekerja, Farhan dikerumuni sejumlah emak-emak yang lapak PKL nya telah dibongkar.

"Bagaimana pak, apakah kami selaku pedagang kecil boleh perjualan lagi di sini. Kalau tak berjualan bagaimana saya harus menghidupi kebutuhan keluarga sehari-hari," kata salah seoeang emak-emak.

"Boleh saja berdagang kembali, tapi sabar ya ibu-ibu butuh waktu dan regulasi. Lebih cepat lebih baik karena saat ini fokus penataan drainse yang dipenuhi sampah agar tak banjir," jawab Farmah.

Berubah

Sementara itu, berdasarkan pantauan, pascapembongkaran puluhan bangli dan PKL di bawah flyover Kiaracondong kemarin saat ini membuat suasana berubah hingga terkesan pangling.

Jika sebelum dibongkar, sejak Jalan Stasiun Lama, depan Pasar dan Mapolsek Kiaracondong berjejer bangli dengan tenda birunya dan lapak PKL, kini sudah lapang leluasa.

Petugas Satpol PP Kota Bandung dan Kecamatan Kiaracondong terus melakukan pembersihan dan penataan dengan menururkan alat berat.

Diketahui, setelah di banyak titik keberadaan bangunan liar (bangli) dan lapak pedagang kaki lima (PKL) dibongkar, Pemkot Bandung kembali melakukan hal serupa.

Kali ini, puluhan bangli dan lapak PKL di bawah flyover Kiaracondong (Jalan Ibrahim Adjie, terutama di kawasan Pasar Kiaracondong, Kota Bandung dibongkar, Senin (
12/10/2026).

Pembongkaran bangli dan PKL di sepanjang Jalan Stasiun Lama (sekitar lintasan KA), Jalan Ibrahim Adjie, hingga Jalan PSM di kawasan Pasar Kiaracondong, baik yang masuk wilayah Kiaracondong dan Batununggal, Kota Bandung.

Kasatpol PP Kota Bandung, M Bambang Sukardi mengatakan, pembongkaran puluhan bangli dan lapak PKL dilaksanakan secara mandiri oleh para pemilik lapak dengan pendampingan dari petugas.

"Dasar tindakan, para pedagang telah menerima surat pemberitahuan dan tiga kali surat peringatan dari Satpol PP sebelum penertiban berlangsung," kata Bambang, Senin (12/10/2026).

Pembongkaran dan penertiban, kata Bambang bertujuan mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki serta membersihkan saluran drainase yang sudah lama tidak
terawat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, penertiban dimulai sejak pagi dari Jalan Stasiun Lama ke Jalan Ibrahim Adjie hingga Jalan PSM. Para pedagang membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas Satpol PP turun tangan.

Selanjutnya, petugas Satpol PP menyisir sejumlah lapak PKL yang mau dibongkar. Penertiban berlangsung aman tanpa adanya gesekan antara petugas dari pedagang.

"Ada sekitar 77 bangunan liar dan lapak PPK yang dibongkar dan ini kesanggupan dari para pedagang untuk membongkarnya secara mandiri," kata Camat Kiaracondong Arief Budiman kepada wartawan di lokasi.

Menurut Arief, sebelum dibongkar, para PKL sudah terlebih dahulu mendapat surat pemberitahuan dan tiga kali surat peringatan. Para pedagang akhirnya sepakat untuk membongkar lapaknya secara mandiri.

"Jika melihat regulasi, kami sudah menyampaikan surat dari Satpol PP mulai dari surat pernyataan, peringatan 1, peringatan 2, peringatan 3. Hari ini pedagang bersepakat untuk melakukan pembongkaran mandiri. Kami akan melakukan pemantauan dan membantu pembongkaran tersebut," ungkap Arief Budiman.

Setelah dibongkar, sambung Arief, para pedagang pun masih diberi solusi untuk tetap bisa berjualan. Opsinya, jualan di tempat yang lama namun tidak mendirikan bangunan permanen, hingga opsi relokasi ke tempat lain.

"Ada pengaturan juga, para pedagang yang sudah dirapatkan dengan Dinas Koperasi. Intinya, Pemkot Bandung dapat memberikan solusi sementara untuk masyarakat berdagang dan tentunya dengan mengikuti regulasi," tuturnya.

"Setelah bangli dan PKL ditertibkan, akan ditindaklanjuti juga dengan perbaikan serta pembersihan drainase yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak di perbaiki karena tertutup pedagang. Ini menjadi bagian yang akan kami lakukan dengan dinas terkait,"
pungkas Arief Budiman.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Harapan Wali Kota Bandung, Ingin PKL Naik Kelas Lewat Sentra Wisata Kuliner
Hadapi Risiko Banjir, Pemkot Bandung Bikin 1.300 Sumur Imbuhan dan Hijaukan Lahan Kritis
Warga Antapani dan Kircon Sesalkan Internet Terputus Gegara Pemotongan Kabel Udara
Digitalisasi Pendataan Perlinsos, Pemkot Bandung Targetkan Verifikasi 400 Ribu KK
Proyek Bedah Rumah Dipercepat, Pemkot Bandung Pastikan Warga Dapat Hunian Layak