Wajah Baru Kawasan Flyover Kiaracondong, dari Jembatan Dicat Hingga Penataan Taman

Yayan Sofyan
Wajah baru bawah flyover Kiaracondong terus ditata, wajah lama yang kumuh kini sudsah tampak asri sebagian.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung terus melakukan pembenahan, terutama di sekitar flyover, tepatnya di Jalan Ibrahim Adjie.
Sejak Senin (12/10/2026) lalu petugas Satpol PP membongkar bangunan liar (bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) di bawah flyover mulai Jalan Stasiun Lama (sekitar lintas KA), depan Pasar dan Mapolsek Kiaracondong hingga Jalan PSM, pembenahan terus dilakukan.
Selain lokasi yang sebelumnya dipenuhi bangli dan lapak PKL dibersihkan dengan mengeruk tumpukan sampah di drainase dan mengangkut material bekas bangli dan lapak PKL, jembatan flyover pun kini ditata, meski kendaraan (sepeda motor) melawan arus masih kerap terjadi.
Bersasarkan pantauan, Sabtu (31/10/2026), alat berat masih dioparasikan untuk membersihkan sampah dan material. Sementara sejumlah petugas terlihat mengecat bagian bawah dan atap jembatan flyover dengan warna biru. Termasuk tiang flyover dipasang gipsum bercorak.
Selain itu, pagar besi di taman, bawah flyover yang rusak diperbaiki dengan cara dilas dan sebagian diganti dengan pagar baru. Termasuk lòrong-lorong jembatan yang sebelumnya jadi tempat pembuangan sampah kini ditutup batako.
Pengecetan jembatan flyover, pemasangan gipsum dan perbaikan pagar di taman, di bawah flyover terus dikerjakan mulai dari sekitar depan Griya dan SPBU Kiaracondong serta sekitar bundaran (putaran) jalan menuju Jalan Babakansari hingga depan Pasar Kiaracondong.
"Pengecatan jembatan, pemasangan gipsum di tiang jembatan dan perbaikan pagar taman di bawah flyover akan dilakukan sepanjang flyover. Pengerjaan baru sebagian," kata Wawan (40), seorang pekerja usai turun mengecat atap jembatan.
Meski penataan bawah flyover baru sebagian, kawasan ini kini telah berubah dan cerah. Belum lagi, setelah bangli dan lapak PKL dibongkar, mulai Jalan Stasiun Lama hingga Jalan PSM kini lenglang. Namun, di sekitar pelintasan KA masih "pabaliut" karena maraknya sepeda motor melawan arus.
Sebelumnya, sehari pascapembongkaran bangli dan lapak PKL, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengecek lokasi bekas pembongkaran bangli dan lapak PKL.
Saat mengecek lakosi bekas pembongkaran bangli dan lapak PKL, Farhan dibuat bengong dan terkejut. Bagaimana tidak, di saluran air yang sebelumnya berjejer bangli dan lapak PKL dipenuhi berbagai jenis sampah.**
Editor: Yayan Sofyan