Budaya Kuningan Tradisi Kawin Cai Warisan Leluhur yang tetap Dilestarikan

foto

Foto: Whyr

Ketua Tim Penggerak PKK Bunda Ela didampingi Moka

KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Tradisi "Kawin Cai" di Desa Babakan Mulya Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, berlangsung sakral dan penuh khidmat, seluruh peserta dan undangan yang hadir mengenakan busana adat Sunda, di kompleka wisata Balong Dalem, Kamis (29/10/2026).

Tradisi ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan kearifan lokal dan menjaga keberlangsungan sumber daya air di Kabupaten Kuningan.

Daya tarik dari upacara adat ini, seluruh peserta yang hadir termasuk Mojang dan Jajaka Kuningan mengenakan busana Adat Sunda.

Kawin Cai merupakan tradisi adat masyarakat yang memiliki makna filosofis mendalam tentang hubungan manusia dengan alam, khususnya dalam menjaga dan menghormati sumber mata air sebagai sumber kehidupan.

Ketua TP PKK Bunda Ela Helayati didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Dr.Carlan. MMPd, mengatakan Prosesi adat Jawin Cai ini tidak sekadar menjadi warisan budaya leluhur, tetapi juga mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, melestarikan sumber daya alam, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui tradisi Kawin Cai, masyarakat diajak untuk kembali memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Terlebih, di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman berkurangnya ketersediaan air bersih, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini semakin relevan.

Sementara itu, Kadisdikbud De. Carlan menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kuningan memandang kegiatan Kawin Cai sebagai bagian penting dari pelestarian budaya daerah sekaligus sarana edukasi kepada generasi muda agar senantiasa mencintai dan menjaga warisan leluhur.

Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang kaya akan adat istiadat dan kearifan lokal.

Kawin Cai bukan sekadar ritual adat, melainkan pesan kehidupan bahwa air adalah sumber kehidupan, alam adalah titipan, dan menjaganya merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan semangat pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan, tradisi Kawin Cai diharapkan terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai salah satu kekayaan budaya Kabupaten Kuningan.**

Author: WHJR
Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Wajah Grand Hotel Preanger Diperbarui Tanpa Mengubah Sejarah dan Budaya Bandung
Kecamatan Pasawahan, Kab.Kuningan Genjot Pariwisata dengan Meluncurkan Program "Gemmpar:
Ardelia Calluella Finalis Asal Kota Bandung Terpilih sebagai Duta Batik Jabar 2026
Kangen Masakan Mama? Manika Sajikan Masakan Rumahan di Tengah Kota Bandung