Bupati Kuningan: Jaga dan Rawat Kelestarian TNGC sebagai Aset Ekologis dan Sumber Penghidupan Masyarakat

foto

Foto: Whyr

Bupati Dian RY saat menghadiri Sosialisasi dan Serah Terima Bantuan Ekonomi Produktif Masyarakat di Aula Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan, Selasa (22/9/2026).

KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan, pentingnya membangun keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Ciremai.

Hutan yang lestari bukan sekadar aset ekologis, melainkan dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat manakala dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

Demikian disampaikan Bupati Kuningan Dian RY saat menghadiri sosialisasi dan serah terima bantuan ekonomi produktif masyarakat di Aula Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan, Selasa (22/9/2026).

Bupati didampingi Kepala BTNGC Toni Anwar, menyerahkan bantuan ekonomi produktif kepada lima kelompok masyarakat desa penyangga kawasan TNGC di Kabupaten Kuningan.

Lima kelompok penerima bantuan tersebut masing-masing mendapatkan dukungan untuk pengembangan usaha produktif dengan total bantuan sebesar Rp155 juta.

Bantuan terdiri atas Koperasi Ciremai Green Lambosir sebesar Rp50 juta, Koperasi Karya Putra Mandiri sebesar Rp30 juta, kelompok pembudidaya ikan Desa Sadamantra sebesar Rp25 juta, Kelompok Pertanian Purba sebesar Rp25 juta, serta Koperasi Lamping Kidang sebesar Rp25 juta.

Bupati Dian RY mengapresiasi BTNGC dan Kementerian Kehutanan atas perhatian dan dukungan nyata terhadap masyarakat sekitar kawasan TNGC.

“Ini merupakan bentuk kehadiran dan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional Gunung Ciremai,” ujar bupati.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai, masyarakat sekitar hutan justru harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga kawasan konservasi.

“Prinsip ekologis dan ekonomi harus berjalan berbarengan. Tidak bisa ekonomi saja kemudian ekologinya hancur. Sebaliknya, ekologis saja juga tidak cukup kalau masyarakatnya tidak sejahtera,” tegasnya.

Bupati juga mendorong pemanfaatan potensi kawasan sekitar TNGC melalui hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa lingkungan, ekowisata, pertanian, perikanan, serta berbagai potensi lokal lainnya secara produktif dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian.

Kelestarian Ciremai kata Dian, memiliki nilai strategis bagi masa depan perekonomian daerah, khususnya dalam pengembangan pariwisata berbasis alam.**

Author: WHJR
Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Teater Jalanan Uniku Juara Umum Karnaval Budaya Hari Jadi ke 528 Kuningan
Kemah Bakti Pramuka Pendidikan Kesetaraan Ke-V Bagian Dari Proses Pendidikan Karakter
Pemugaran Tugu Bola Karya Mantan Bupati Aang HS Disesalkan Banyak Pihak
PAM Tirkam Kuningan Suplay Air Bersih kepada Warga Desa Terdampak Kekeringan
KDM: Pengembangan Pariwisata di Kuningan Jangan Merusak Gunung Ciremai