Hari ini Pilkades Sumedang Digelar Serentak, Tampilkan Demokrasi Digital

foto

Foto: Iwan N.Irawan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun langsung jalannya pelaksanaan Pilkades berbasis elektronik di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka.

Oleh IWAN N. IRAWAN
(Wartawan Senior)

DARI Sumedang, sebuah babak baru demokrasi digital di Indonesia resmi dimulai. Ini bukan sekadar ikut-ikutan tren teknologi, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghadirkan pemilihan yang lebih efisien, transparan, dan relevan dengan zaman.

Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda ke-98, Kabupaten Sumedang resmi mencetak sejarah. Untuk kali pertama, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berbasis elektronik digital atau yang akrab disebut ElDigi, digelar secara serentak di 92 desa.

Sejak pukul 06:30 WIB, udara sejuk Sumedang seolah berpadu dengan antusiasme warga yang mulai berduyun-duyun mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).
Antrean panjang yang mengular bukan sekadar pemandangan rutin pesta demokrasi, melainkan cermin semangat warga yang tak sabar ingin menjajal pengalaman baru menentukan pemimpin desa mereka.

Bayangkan, tidak ada lagi bilik suara konvensional berbau tinta atau lembar kertas suara yang dicoblos. Sebanyak 295 calon kepala desa kini bersaing di atas layar komputer, tersebar di 423 TPS yang melibatkan sekitar 270.000 pemilih. Semuanya beralih ke sentuhan jari di atas layar kaca.

Jawa Barat sejatinya bukan pemain baru dalam urusan Pilkades digital. Sumedang tercatat sebagai daerah keempat setelah Indramayu, Karawang, dan Bekasi. Namun bedanya, jika di tiga kabupaten pendahulu tersebut digitalisasi belum diterapkan sepenuhnya, masih ada TPS yang mempertahankan cara lama, Sumedang tampil beda. Seluruh desa dan TPS penyelenggara di kabupaten ini murni serba digital, tanpa kecuali.

Langkah berani ini rupanya menarik perhatian nasional. Sumedang kini berpotensi besar menjadi proyek percontohan bagi daerah lain. Selepas ini, gelombang digitalisasi Pilkades bahkan sudah diantrekan untuk menyusul di Kabupaten Subang, Ciamis, hingga Cianjur.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, turun langsung memantau jalannya pemungutan suara di TPS 01 Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka. Mengenakan gaya khasnya, KDM bahkan tampak antusias ikut memanggil warga yang terdaftar agar segera menggunakan hak pilih mereka.

Dari hasil pemantauannya, KDM membeberkan keunggulan utama sistem ElDigi ini. Selain memangkas anggaran secara drastis karena lenyapnya biaya cetak jutaan surat suara, proses pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung jauh lebih kilat. Warga tak perlu lagi cemas menunggu hasil hingga larut malam.

"Jika berhasil, ini akan mengubah tatanan demokrasi. Dimulai dari Sumedang dan menjadi bagian dari sejarah tersebut," ujar KDM penuh optimisme.

Tentu saja, lompatan teknologi sebesar ini tidak terjadi dalam semalam. Keberhasilan Sumedang merupakan buah dari kerja keras lintas sektoral: mulai dari Forkopimda, TNI, Polri, kejaksaan, perangkat daerah, kecamatan, panitia pemilihan, hingga para pahlawan di balik layar yaitu petugas teknis tingkat desa.

Pemkab Sumedang benar-benar merancang persiapan ini secara saksama. Sosialisasi digencarkan, pelatihan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) digeber, simulasi pemilihan diuji coba, hingga pengecekan infrastruktur dilakukan berulang kali.

Bahkan, koordinasi ketat dengan pihak PLN serta penyiapan perangkat cadangan seperti Uninterruptible Power Supply (UPS) dipersiapkan matang-matang sebagai langkah mitigasi.

Bupati Sumedang, Dony A. Munir, menegaskan bahwa skala implementasi di wilayahnya memang sengaja dirancang secara menyeluruh.

"Di Sumedang, seluruh desa yang melaksanakan Pilkades dan seluruh TPS sudah menggunakan sistem digital. Ini menjadi pelaksanaan secara masif dengan cakupan yang luas," tegasnya.

Dari bilik-bilik TPS di pelosok desa Sumedang hari ini, Indonesia menyaksikan bahwa masa depan demokrasi modern tak lagi sebatas wacana, melainkan nyata dan bisa disentuh dengan ujung jari.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kadiskominfo Kab. Kuningan Ajak Jurnalis Perkuat Literasi Media dan Tangkal Hoaks
Wabup Kuningan Ingatkan Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan dan Akuntabel
320 Peserta Ikuti Tailor Made Training dan 80 peserta Pelatihan Vokasi Nasional
Water Bombing Padamkan Kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan
7.400 Relawan Dari 182 SPPG Siap Berkontribusi Dalam Gerakan Infak