Berkah Ramadan Pedagang Kolang-Kaling Ketiban Untung Padahal Bulan Lain Penjualan Sepi

Foto: Whyr
Kolang-kaling atau cangkaleng, menjadi bahan makanan kudapan paling populer.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Siapa yang tak kenal dengan buah kolang-kaling atau buah aren, di Jawa Barat disebutnya cangkaleng. Makanan ini di bulan-bulan sebelumnya dianggap biasa dan kurang laku di pasaran.
Tetapi setiap bulan Ramadan justru makanan ini sangat populer, omzet penjualan semakin meningkat dibanding sebelum bulan Ramadan.
"Sepertinya banyak orang menganggap kolang kaling adalah salah satu kudapan khas untuk berbuka puasa atau takjil sehabis shaum atau berpuasa Ramadan," tutur Marni (37) pedagang di Pasar Baru Kuningan, Jumat (27/02/2026).
Di Jawa Barat buah aren (Kawung) yang masih terbungkus kulit disebutnya caruluk, setelah dikupas dan diambil bijinya yang putih berbentuk bulat pipih, disebutnya cangkaleng.
Tak hanya di Kuningan, cangkaleng atau kolang-kaling ini sebenarnya hampir terdapat di setiap daerah, di antaranya Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Majalengka dan daerah lainnya khususnya di Jawa Barat. Diketahui penghasil produksi kolang kaling paling dikenal yaitu, Desa Sukamanah Kabupaten Cianjur.
Barnas (63) Perajin kolang-kaling di Desa Sukamanah, dikenal sebagai pembuat kolang-kaling yang sarat pengalaman sejak puluhan tahun silam dalam melestarikan tradisi pembuatan manisan kolang-kaling.
Kudapan yang satu ini rasanya selain menyegarkan juga sebagai simbol kebersamaan kearifan lokal yang turun temurun dan tetap lestari.
"Alhamdulillah, bulan Ramadan ini adalah bulan berkah dan momen yang sangat dinanti. Pasalnya kalau di luar Ramadan omzet penjualan menurun," ungkap Barnas.
Barnas menuturkan, proses pembuatan kolang-kaling memiliki teknik tersendiri khusus untuk menjaga keaslian rasanya. Kolang-kaling yang ia buat terkenal dengan rasa manis yang pas dan tekstur yang kenyal, menjadikannya favorit di kalangan warga sekitar.
"Selama Ramadan biasanya omset terus meningkat, dengan harga Rp18.000/per- kilogram pukul rata bisa mencapai sebesar Rp 500 ribu perhari," tutur dia.
Jujur saja kata Barnas, bulan Ramadan ini membawa berkah untuk mengais rezeki lebaran, pungkasnya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman