Konser Band Kotak Isi HUT ke-527 Kuningan Mengundang Reaksi Keras MPK

Foto: Whyr
Penampilan Band Kotak mengisi Hari Jadi Kuningan dikritisi sejumlah pihak.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com – Konser band Kotak yang digelar di Pandapa Paramartha yang berlangsung Sabtu petang 11 Oktober 2025 lalu, mengundang reaksi keras Masyarakat Peduli Kuningan (MPK).
Seperti rencana semula konser Band Kotak akan digelar 4 September 2025 dalam memeriahkan Hari Jadi Kuningan ke 527, tapi sempat tertunda selama sebulan akibat dampak suasana saat itu tidak kondusif.
Ribuan warga yang haus hiburan gratis tumpah ruah memadati Pandapa Paramartha. Mereka penuh euforia menikmati hingar bingarnya live musik Band Kotak bersama vokalis Tantri.
Pergelaran konser musik di tengah situasi sosial ekonomi penuh tantangan ini, ternyata mengundang pro dan kontra.
Pasalnya, tidak semua pihak menelan mentah-mentah euforia tersebut. Masyarakat Peduli Kuningan (MPK) menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis terkait pelaksanaan konser.
Koordinator MPK, Yusup Dandi Asih, menilai tata letak konser menimbulkan ironi. Alih-alih benar-benar menjadi konser rakyat, suasana justru berubah seolah menjadi hajatan pejabat.
“Area depan panggung justru diisi sofa dan kursi pejabat, sementara masyarakat ditempatkan terpisah seolah tersekat. Sebuah ironi di tengah momentum yang seharusnya merayakan kebersamaan antara pemimpin dan warga,” ujarnya.
Bagi MPK, panggung hiburan mestinya menjadi simbol kesetaraan, bukan sekat sosial yang memperlebar jarak rakyat dengan pemimpinnya.
MPK juga mengapresiasi PT Ajaib, yang digawangi Andi Gani Nena Wea, atas dukungan penuh terhadap konser tersebut. Namun, MPK mengingatkan bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebaiknya tidak berhenti pada gemerlap satu malam.
“Seandainya saja dana CSR yang besar itu bisa dialihkan atau dikombinasikan dengan program sosial seperti pembangunan rumah tidak layak huni, pemberian beasiswa, pembangunan fasilitas air bersih, atau pelatihan soft skill bagi anak muda Kuningan, manfaatnya akan jauh lebih panjang dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tegas Yusup.
MPK menegaskan tidak menolak hiburan. Namun, hiburan yang benar-benar berjiwa rakyat adalah hiburan yang tidak hanya menghibur mata pejabat di kursi empuk, tetapi juga “menghibur kehidupan” rakyat dalam arti sesungguhnya.
MPK berkomitmen terus mengawal agar setiap bentuk CSR dan kegiatan publik di Kuningan benar-benar berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar pencitraan sesaat.**
Author: Whyr
Editor: Maman Suparman