Malu-Maluin Euy!

Bibi Seperti Surabi, Alo Berasa Bakso

foto

Polda Sumsel

Ngakunya tante dan keponakan, ternyata lain sedulur bukan famili.

Oleh KANG MAMAN

BAHASA kerennyah mah inses, urang Garut bilang mah bogoh sadulur. Konon cenah ada tante bercinta dengan ponakan. Sayang saat hendak berasyik maksyuk di atas ranjang sebuah hotel, Tim Gabungan dari kepolisian yang sedang berpatroli menggedor kamar hotelnya.

Begitu pintu terkuak, tampak di atas ranjang ada yang berselimut setengah badan, seorang remaja sebut saja nama samarannya Boy, ia begitu kaget. Dan yang cewek seorang gadis seksi bahenol yang usianya lebih tua dari si Boy wajahnya mendadak pucat pasi.

Mungkin tadinya dikira roomboy,  si cewek lantas bukakan piutu. Begitu dibuka ”Lakadalah….!” Mungkin begitu teriaknya, ternyata bukan roomboy tapi polisi. Saat itulah spontan si Boy yang ketakutan di atas ranjang bersuara, “Kami bukan siapa-siapa, yang ini tanteku dan saya keponakannya,”.

Apa benar tante ponakan begitu? Gak masuk logika. Yang namanya tante dan ponakan mah mainnyah bukan di hotel atuh Boy tapi di rumah atau di kafe terbuka. Kalau di hotel berdua dan berselimut berdua mah itu mah mau kuda-kudaan mungkin.

Mungkin pikir keduanya, biar bersaudara tak apa-apa zaman ayeuna mah. Kalau meminjam istilah urang Garut mah tante itu artinya bibi dan ponakan adalah alo. Bisa jadi bibi rasa surabi, alo serasa bakso. Begitu alam pikiran Boy dan tantenya, tak peduli beda umur. Boy ngakunya 21 tahun, tantenya mah 28 tahun. Yang satu ngora keneh yang satu mateng pisan.

Tapi namanya polisi tidak percaya begitu sajah. Polisi tea harus berdasarkan fakta tak boleh sekadar pengakuan sebab bisa saja hoaks. Memang saat digerebek Boy dan tantenya tidak sedang apa-apa, dan si tantenya juga tidak sedang diapa-apa-apakan, tapi apa-apaan atuh Boy? Teu naon-naon, moal aya nanaon, can dinanaon, tapi nanaonan sateh?

Karena berduaan di atas ranjang tanpa ikatan suami istri sah itulah, akhirnya sejoli ini diangkut polisi ke Mapolresta Palembang bersama tiga pasangan lainnya yang juga bukan suami-istri yang malam itu terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat).

Keempat pasangan ini beda dalihnya. Kalau yang lainnya jujur mengaku berstatus berpacaran, sedangkan si Boy dan wanita pasangannya ia sebut tante dan ponakan. Di Mapolresta Palembang setelah diperiksa, ternyata Boy dan si tante tak ada hubungan saudara. Boy tercatat warga Tanjung Raja, Ogan Ilir, dan tantenya berinisial Al ini adalah warga Kertapati, Palembang. Artinya, lain saudara bukan baraya, sanes sadulur.

Mereka terjaring operasi yang digelar aparat Polrestabes Palembang Selasa (21/09) lalu dengan sasaran untuk menertibkan penyakit masyarakat "Operasi ini rutin dilakukan" kata Kasat Sabhara Polrestabes Palembang AKBP Sonny.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji juga mengatakan, Boy dan Al dipastikan bukan tante dan keponakan. Setelah diperiksa lebih lanjut di Polrestabes Palembang, kedua orang dan tiga pasangan lainnya yang terjaring razia akan diproses dan diberi sanksi tindak pidana ringan (tipiring), tentu melalui sidang peradilan.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Katanya Obat Corona Padahal Anunya
Dengan Tetangga Kok Gitu?
Guru Kencing Berdiri, Murid Berserah Diri