Kalah Lawan Daisuke Sato, FIFA Sanksi Persib Tak Boleh Rekrut Pemain Baru, Ini Jawaban Resminya

Foto: Dok.Persib
Daisuke Sato
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Putusan FIFA yang tak membolehkan Persib melakukan transaksi jual-beli pemain untuk musim 2026 ke depan, membuat hangat di media online, terutama di media sosial.
Ada yang menyebutkan Persib di-banned, ada juga yang mengatakan FIFA menghukum PT Persib Bandung Bermartabat uang pengganti untuk Daisuke Sato sebesar Rp3,5 miliar.
Kasus ini ketika terjadi pergantian pelatih dari Luis Milla oleh Bojan Hodak. Selanjutnya Daisuke Sato digantikan oleh Kevin Ray Mendoza. Sebab berdasarkan regulasi, Persib seperti klub lainnya melarang merekrut dua pemain Asean dari negara yang sama.
Pergantian ini membuat status Daisuke Sato "menggantung" dan ternyata berbuntut panjang. Pemain nasional Filipina kelahiran Jepang ini menggugat Persib Bandung ke lembaga Albitrasi FIFA.
Sebelumnya, karena merasa ia dibekukan pada 2023 padahal kontraknya baru akan kedaluwarsa pada 2025, Daisuke Sato melayangkan surat peringatan kepada Persib pada Desember 2023 karena dirinya diberi kejelasan soal statusnya di tim.
Ia minta haknya untuk berlatih dan bermain. Persib memberi jawaban membolehkannya berlatih, tapi tak ada jaminan bermain. Sebab, kuota pemain sudah penuh saat itu.
Daisuke Sato pun mengakhiri kontrak secara sepihak pada awal Januari 2024. Tak lama berselang, ia mengajukan gugatan ke FIFA. Ia menuntut kontraknya dinyatakan berakhir secara sah hingga minta kompensasi sekitar Rp3 miliar ditambah bunga.
Agustus 2024, FIFA memenangkan gugatan Daisuke Sato atas Persib. 'Maung Bandung' dinilai melakukan pelanggaran kontrak karena mencoret Daisuke Sato dan menggantikan dengan pemain lain.
Persib tak tinggal diam, lalu menggugat balik. Tapi ditolak FIFA.Hasil akhir, Persib diharuskan membayar kompensasi sesuai yang telah diputuskan terhitung 45 hari sejak keputusan FIFA dikeluarkan pada 22 September 2024.
Putusan FIFA inilah yang membuat heboh sejak Sabtu (30/5/2026), terlebih di media sosial dengan beragam berita yang siumpang siur.
Salah satunya, berita beredar luas, katanya Persib masuk dalam FIFA Registration Ban List. Karena masuk daftar ini, Persib tak diperbolehkan melakukan pendaftaran pemain baru terhitung 29 Mei 2026 dan berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan..
Konsekuensinya, Persib tak bisa merekrut pemain baru. Kalaupun merekrut, Persib tak bisa mendaftarkan dan memainkan pemain tersebut.
Tanggapan Persib
Menanggapi informasi yang beredar mengenai status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA, Persib melalui Adhitia Putra Herawan mengeluarkan rilis untuk memberikan penjelasan secara utuh agar publik memperoleh pemahaman yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung.
Status tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023.
Perkara ini kemudian berlanjut hingga proses arbitrase di Court of Arbitration for Sport (CAS), yang dalam putusan akhirnya memberikan pengurangan nilai kompensasi dibandingkan tuntutan awal yang diajukan kepada klub.
Karena itu, penting untuk ditegaskan bahwa perkara ini bukan terkait penunggakan gaji pemain maupun pengabaian hak-hak pemain, melainkan merupakan sengketa kontraktual yang telah melalui proses hukum sesuai mekanisme yang berlaku dalam sepak bola internasional.
Sebagai klub yang menjunjung tinggi tata kelola profesional, Persib menghormati setiap keputusan yang telah berkekuatan hukum dan saat ini sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari putusan tersebut.
Setelah kewajiban tersebut dipenuhi dan diverifikasi sesuai prosedur FIFA, status transfer ban akan dicabut dan Persib akan kembali dapat melakukan registrasi pemain sebagaimana mestinya.
"Kami juga ingin menegaskan bahwa situasi ini tidak memengaruhi stabilitas operasional maupun rencana strategis klub," tulisnya.
Persiapan tim, aktivitas rekrutmen, pengelolaan organisasi, serta berbagai program pengembangan yang telah dirancang tetap berjalan sesuai target.
Dalam industri sepak bola profesional, sengketa kontraktual dan sanksi administratif merupakan dinamika yang dapat terjadi dan pernah dialami oleh sejumlah klub besar dunia seperti Chelsea FC, FC Barcelona, Real Madrid CF, dan Atletico Madrid.
Situasi tersebut tidak menghalangi klub-klub tersebut untuk tetap beroperasi secara profesional dan menyelesaikan setiap proses melalui jalur regulasi yang tersedia.
Persib memandang persoalan ini dengan sikap yang sama: bertanggung jawab, transparan, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku.
Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses dengan baik serta memastikan kepentingan klub tetap terjaga.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan perhatian yang terus diberikan oleh Bobotoh, mitra, dan seluruh masyarakat sepak bola Indonesia.
Dukungan tersebut menjadi energi bagi kami untuk terus bergerak maju, menjaga profesionalisme, dan membangun PERSIB yang semakin kuat dan berkelanjutan.**
Author: Gaiskha
Editor: Maman Suparman