Jawaban Menohok untuk Ceng Mujib, KDM: Tak Apa Dianggap Tolol Tapi Berbuat Terbaik untuk Masyarakat

Foto: FaceBokk/Istimewa
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri) saat menanggapi pernyataan "tolol: darui Ceng Mujib (kanan).
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui, ia tak tahu apakah pernyataan Ceng Mujib yang menyebut tolol, blo'on dan kurang ajar itu diarahkan kepadanya atau bukan.
Dengan santai Gubernur yang akrab dipanggil KDM (Kang Dedi Mulyadi) ini menjawab tudingan Ceng Mujib melalui akun pribadinya di antaranya di FaceBook (FB) yang dunggah "Jack Chanel".
"Tidak tahu apakah ucapannya ditujukan pada saya atau bukan, saya tidak tahu. Tapi orang menanggapi ucapannya ditujukan kepada saya," kata KDM.
Tentang sebutan Gubernur Tolol, Dedi Mulyadi menanggapi, "Bagi saya, lebih baik menjadi pemimpin yang dianggap tolol tetapi bisa berbuat yang terbaik untuk kepentingan masyarakatnya, bisa membangun transparansi anggaran pemerintah, dan publik bisa mengakses dana hibah yang biasanya jadi bancakan, dan itu bisa saya buktikan kebancakannya. Dan SPJ-SPJ nya dan itu menjadi dana bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Masih kata KDM, dirinya kini tengah menata anggaran, di antaranya bea siswa untuk santri. "Kita sudah siapkan bea siswa untuk mereka yang tidak mampu seluruh Jawa Barat, membangun sekolah dan kelas, memberi bea siswa kepada anak keluarga miskin," katanya.
" Angka anak keuarga miskin ini 12.600 orang, tapi saya inginnya bea siswa itu untuk 20.000, sebab belum tentu angkanya segitu, kemungkinan ada yang tidak terdata, kemudian kita anggarkan Rp3,6 juta untuk beli baju dan lainnya," tambahnya.
Ajak gelut
Seperti diberitakan, Ustadz K.H.Aceng Abdul Mujib atau akrab dipanggil Ceng Mujib menyebut tolol dan menantang gelut (duel) kepada gubernur. Ucapan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fauzzaniyah Garut ini diucapkan dengan nada berapi-api dalam sebuah acara.
Dalam video yang beredar, Ceng Mujibb dengan semangat memberi tausyiah. Konon katanya, tausyiah disampaikan di acara Munaqasoh MA Ponpes Al Fauzzaniyah yang dipimpinnya.
Ia menyebut, "Lamun aya gubernur nyebutkeun pesantren asup politik, saya simpulkan gubernur tolol! Itu saya simpulkan gubernur bloon, dan itu saya gambarkan gubernur kurang ajar. Aing ngomong kieu teh tanggung jawab jeung gelutna," katanya semangat.
Artinya kira-kira, jika gubenur melarang politik masuk pesantren, ia sebut tolol dan bloon dan kurang ajar. Dan ucapannya itu ia akan pertanggungjawabkan bahkan berani jika harus duel.
Spontan saja ucapan Aceng yang tersebar viral di media sosial (medsos) itu diserbu netizen. Berbagai tanggapan mayoritas menyesalkan ucapan seorang yang mengaku kyai, namun ucapannya provokasi.**
Author: Sonni Hadi
Editor: Sonni Hadi



