Longsor Cisarua Kab.Bandung Barat
Kuasa Allah, Balita Arsa Ditemukan di Genting Rumah, Orang Tua dan Kakaknya Masih Tertimbun

Tangkapan layar/ist
Evakuasi korban terus berlangsung, termasuk yang selamat, di antaranya bocah balita 2 tahun, Arsa selamat.
CISARUA, KejakimpolNews.com - Tragedi mengenaskan longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini meninggalkan duka mendalam.
Selain belasan warga ditemukan tewas tertimbun dan puluhan lainnya masih dicari, ada puluhan korban yang berhasil diselamatkan.
Dari puluhan warga yang berhasil diselamatkan, ada seorang balita berumur 2 tahun selamat ditemukan di atas genting rumah di lokasi longsor. Sementara kedua orang tuanya dan kakaknya hingga saat ini belum ditemukan.
Balita laki-laki malang tersebut yaitu Arsa (2) warga Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Arsa ditemukan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim SAR Sabtu (24/1 2026) pagi di atas genting rumah sendirian, di lokasi yang telah rata dengan tanah
"Ya, ini rupanya kuasa Allah, Arsa selamat,” tutur Yayah (34), bibi Arsa didampingi Wawan (45) sudaranya di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu.
Saat itu, Arsa yang kondisi tubuhnya lemas dibawa petugas ke posko di Kantor Desa Pasirlangu. Ternyata di posko sudah ada puluhan warga terdampak, termasuk keluarga Ibu Arsa yaitu Yayah yang langsung menggendong Arsa.
Arsa pun langsung dibawa ke Puskesmas Pasirlangu untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dibalik kuasa Allah Arsa selamat, ternyata duka yang masih mendalam. Bagaimana tidak, Epon (42) ibu kandung Arsa, Komarudin (43), ayahnya serta Febri (4) kakak Arsa hingga saat ini belum ditemukan.
Rumah mereka pun di Kampung Babakan, RT 5 RW 11, Desa Pasirlangu telah rata dengan tanah diterjang longsor dari bukit Gunung Burangrang.
Arsa pun kini dirawat oleh keluarga di lokasi yang relatif aman dan bisa mendapatkan perawatan medis.
Ratusan Pengungsi Butuh Bantuan
Longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB ini memang menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak. Puluhan rumah hancur, ratusan warga mengungsi, dan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi, masih sangat terbatas.
Salah satu pengungsi, Wawa (40) warga Kampung Pasirjuda RW 10, Desa Pasirlangu mengatakan, jumlah pengungsi saat ini diperkirakan lebih dari 100 orang. Namun, bantuan makanan baru diterima satu kali, ditambah distribusi makanan ringan pada siang hari.
"Longsornya terjadi dua kali. Yang paling besar itu kejadian kedua, sekitar pukul 02.30 WIB,” ujar Wawa saat ditemui di lokasi pengungsian, Sabtu (24/1/2026).
Wawan mengatakan, area di bagian atas lokasi longsor mengalami kerusakan paling parah. Banyak rumah warga hilang dan rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor, termasuk rumah milik sejumlah anggota keluarganya.
“Anggota keluarga saya yang hilang ada lebih dari 10 orang. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” katanya dengan suara bergetar.
Sementara itu, di bagian bawah lokasi longsor, sejumlah rumah juga terdampak cukup serius. Wawa mengaku suasana mencekam terjadi saat longsor kedua berlangsung.
Waktu dengar gemuruh yang kedua, banyak yang menjerit. Saya langsung lari menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Wawa bersama warga lainnya akhirnya mengungsi ke desa sekitar pukul 05.00 WIB untuk mencari tempat yang lebih aman.
Terkait kebutuhan pengungsi, Wawa menyebutkan perlengkapan bayi menjadi kebutuhan paling mendesak, mulai dari pakaian bayi, popok sekali pakai, hingga perlengkapan dasar lainnya.
Kalau untuk orang dewasa, yang dibutuhkan alat mandi, makanan, serta penghangat badan seperti selimut, matras, dan jaket,” ungkapnya.
Para pengungsi berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar serta percepatan pencarian korban hilang.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan pihaknya terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi.
Kami akan memenuhi bantuan yang paling dibutuhkan warga saat ini, seperti matras, selimut, dan sembako karena mereka masih berada di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Bambang menambahkan bantuan dari Pemprov Jabar mulai berdatangan dan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan para pengungsi.
Hingga saat ini, Tim Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban hilang yang diperkirakan mencapai 82 orang.**
Editor: Yayan Sofyan