Pusutri yang Terseset Banjir di Cianjur Bersama Motornya Ternyata TB Suharyana dan Sri Warga Cinunuk

Foto : Istimewa
Pasutri yang tewas terseret arus banjir di Cianjur ternyata Tb. Suharyana atau Wa Endep (57) dan Sri Febriyanti (45), warga Kompleks Bukit Cinunuk Indah (BCI), Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi.
CIANJUR, KejakimpolNews.com - Pasangan suami istri (pasutri) yang terseret banjir di Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur bersama motornya Minggu (29/3/2026) petang kamarin ternyata warga Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Pasutri tersebut adalah Tb. Suharyana atau Wa Endep (57) dan Sri Febriyanti (45), warga Kompleks Bukit Cinunuk Indah (BCI) A 12 RT 06/18, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi.
Bedasarkan informasi, jasad kedua korban telah ditemukan tim SAR gabungan. Jasad Wa Endep ditemukan di irigasi Cikalongkulon 25 km dari lokasi kajadian. Sementara jasad Sri Febrianti ditemukan tadi pagi.
Ketua RW 18, Desa Cinunuk, Ade Holidin ketika dikonfirmasi membenarkan pasutri korban terseret banjir merupakan warganya.
"Info sementera kedua jasad sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan dan saat ini masih di Cianjur," kata Ade, Senin (30/3/2026)
Rencananya, kata Ade, jasad Sri yang bekerja di Toserba Borma Cinunuk mau dimakamkan di kampung halamannya di Bogor, sementara jasad Wa Endep di TPU Cikoneng Desa Cibiru Wetan. Pasutri malang ini meninggalkan putra semata wayang Tabuagus Istara Abdillah Ghifari (17).
Sementara itu, koordinator keamanan Toserba Borma Cinunuk, Asep Santanu membenarkan korban Sri merupakan karyawan Toserba Borma Cinunuk.
"Bu Sri itu staf admin Kantor Borma Toserba Cinunuk. Korban bersama suaminya pulang mudik menggunakan motor dari Bogor mau ka Bandung," ujar Asep yang juga Ketua RW 06 Kampung Cipondoh, Desa Ciunuk ini.
Diberitakan, cuaca ekstrem di sejumlah titik di Kabupaten Cianjur berujung duka dan videonya viral, Minggu (29/3/2026) petang.
Sepasang suami istri (pasutri) dilaporkan hilang setelah sepeda motor yang mereka kendarai tersapu arus deras di Kali Cipendawa, Jalan Raya Cipanas, tepat di sekitar Restoran Naga Cipendawa, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.40. WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang hari menyebabkan debit air di saluran drainase dan Kali Cipendawa meningkat tajam hingga meluap ke badan jalan.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 2613 KL dalam posisi tergeletak di dekat gorong-gorong. Namun, pengendaranya tidak ditemukan di tempat.
Solihin (40) warga Kampung Cipendawa yang menjadi saksi mata, menuturkan detik-detik mencekam saat arus air menghantam kendaraan korban. Saat itu, Andi sedang berkendara tepat di belakang korban dari arah Cianjur menuju Cipanas.
"Saya berada di belakang pengendara motor itu. Saat motor terseret arus dan terangkat, pengendaranya sudah tidak terlihat lagi. Airnya sangat besar dan deras, tidak mungkin bisa dilawan,” ujar Solihin kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).
Solihin pun segera meminta bantuan warga sekitar untuk menyelamatkan sepeda motor agar tidak masuk lebih jauh ke dalam drainase. Sayangnya, upaya tersebut hanya berhasil mengamankan kendaraan.
“Saat kita angkat motornya, orangnya sudah tidak ada. Arus airnya sangat besar dan langsung masuk ke saluran gorong-gorong,” ungkap Solihin.
Meski identitas korban belum teridentifikasi secara resmi, informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa pengendara tersebut merupakan pasangan suami istri. Mereka diduga terseret masuk ke saluran air yang mengarah ke wilayah Telaga Biru.
Sementara itu, Kanit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) 3 Cipanas, Yanto Hermanto menuturkan bahwa berawal pihaknya merima laporan dari warga bahwa ada kecelakaan tunggal motor dan terbawa arus air hujan di daerah dekat roti unyil, pengendara motor masuk got dan hingga saat ini belum diketemukan.
"Menurut informasi orang masuk solokan itu diduga suami istri, dan hingga saat ini belum ketemu hanya motor nya saja yang sudah ketemu,” kata dia.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan yang terdiri dari Damkar, personel Polsek Pacet, dan relawan warga masih melakukan penyisiran intensif. Fokus pencarian dilakukan di sepanjang aliran Kali Cipendawa, gorong-gorong bawah jalan, hingga titik-titik hilir yang menjadi jalur pembuangan air.
Editor: Yayan Sofyan



