Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Agus Bhakti Kunker ke Kuningan

Foto: Whyr
Kasdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri (Yonif) TP 839/Satrya Abyakta, di Cilimus, Kuningan, Selasa (26/5/2026).
KUNINGAN, KejakimpolNews.com – Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) III/Siliwangi, Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han., melakukan kunjungan kerja sekaligus pengecekan kesiapan satuan Markas Batalyon Infanteri (Yonif) TP 839/Satrya Abyakta, di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Selasa (26/5/2026).
Kunker ini memantau perkembangan pembangunan satuan, kesiapan personel, serta memberikan arahan strategis terkait tugas pokok dan fungsi TNI di wilayah.
Rombongan Kasdam III/Siliwangi tiba di kawasan Kuningan menggunakan helikopter Bell 412 HP dengan nomor registrasi 5145 TNI AD yang mendarat di Lapangan Bola Kaliaren, Desa Kaliaren, tepat pukul 12.30 WIB.
Hadir mendampingi Kapoksahli Pangdam III/Slw Brigjen TNI Robertson Ismail, S.I.P., M.Si., M.M, Asrendam III/Slw Kolonel Inf Febi Triandoko, M.Si.,Han, Aslog Kasdam III/Slw Kolonel Inf Fany Pantaow S.Sos., dan Waasops Kasdam III/Slw Letkol Inf Tinton Amin Putra, S.E.
Dalam arahannya Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Agus Bhakti menegaskan, meskipun Yonif TP 839/SA masih berada dalam tahap pembangunan dan perencanaan struktur, namun aktivitas latihan dan kesiapan pelaksanaan tugas telah berjalan dengan baik.
“Kami bangga dengan Batalyon Yonif TP 839/SA yang berada di Kabupaten Kuningan ini. Walaupun satuan ini memang masih dalam tahap pembangunan dan perencanaan, namun kalian tetap konsisten berlatih dan aktif dalam aktivitas. Ke depannya, akan ada berbagai kegiatan mulai dari latihan, penggunaan perlengkapan, hingga penegakan disiplin yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Brigjen TNI Agus Bhakti mengingatkan, keberadaan satuan ini merupakan bagian integral dari sistem pertahanan negara.
Tugas prajurit tidak hanya sebatas pertempuran, tambah Kasdam, tetapi juga menjaga kedaulatan, melindungi segenap bangsa dan tanah air, serta mendukung stabilitas pertahanan wilayah secara menyeluruh, baik di tingkat kabupaten maupun kota.
“Ke depan, ancaman tidak selalu berupa ancaman bersenjata atau militer. Saya melihat apa yang disampaikan dalam paparan Danyon sudah sangat baik. Dalam pembangunan wilayah pertahanan ini, selain memiliki kemampuan teknis dan taktis, kita juga harus mampu melaksanakan tugas-tugas teritorial,” ujarnya.
Brigjen TNI Agus Bhakti menyoroti berbagai tantangan sosial di masyarakat saat ini, mulai dari konflik ketenagakerjaan, isu pertanian dan perikanan, hingga masuknya pengaruh budaya asing yang dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan.
Oleh karena itu, TNI harus hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat menjaga budaya bangsa serta mencegah lunturnya kecintaan terhadap tanah air.
Ia juga memberikan penekanan khusus terkait rencana kerja tahun depan. Menurutnya, Yonif TP 839/SA yang telah terbentuk wajib memiliki pangkalan yang memadai, perlengkapan lengkap, personel siap tempur, dan pembinaan satuan yang jelas. Termasuk di dalamnya adalah program ketahanan pangan yang tidak hanya bersifat seremonial, namun harus memberikan hasil nyata dan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan bukan sekadar pameran atau hanya menunjukkan bahwa kita sudah menanam cabai atau tanaman lainnya. Tetapi bagaimana kita benar-benar mampu bertani, berkebun, dan mengembangkan budidaya ikan secara efektif sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh satuan dan masyarakat sekitar. Semua itu harus dihitung dengan baik, mulai dari tenaga, waktu, hingga hasil produksinya,”.
Rangkaian kegiatan ditandai penanaman pohon di lingkungan satuan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, dilanjutkan Sholat Dzuhur berjamaah.
Pada kesempatan itu, Dan Yonif TP 839/SA menyampaikan paparan perkembangan satuan kondisi personel, perlengkapan, serta rencana pembangunan ke depan.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman