Korban Tewas Terlindas Truk di Bundaran Cibiru Ternyata Sindi, Mahasiswi UIN SGD

Sindi Salma, mahasiswi UIN SGD Bandung, korban lakalantas di Bundaran Cibiru
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut di Jalan Soekarno Hatta, kawasan Bundaran Cibiru, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, ternyata korbannya seorang mahasiswi UIN SGD Bandung, bukan pelajar.
Hal ini dibenarkan Dr. Hajah Ratu Suntiah, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, warga Kompleks Griya Bukit Manglayang RW 21, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
"Betul, korban lakalantas di Bundaran Cibiru atas nama Sindi Salma (20), mahasiswa saya prodi Kimia semester 5 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN SGD Bandung," kata Ratu," Jumat (25/9/2026).
Korban pun diketahui berasal dari Dusun Ciawi, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang merupakan alumni SMAN Jatinangor angkatan 2024.
"Korban orang baik, cerdas dan aktif di kampus. Kami civitas akademika UIN Bandung, umumnya dan saya selaku dosennya menyampaikan duka mendalam. Semoga almarhumah Sindi husnul khatimah," pungkas Ratu.
Peristiwa tragis yang terjadi Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB ini melibatkan sepeda motor Honda Beat nopol Z 4875 BT dengan truk boks nomor polisi D 9341 UD.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan pengendara motor inisial SS (20) yang ternyata Sindi Salma meninggal dunia. Korban merupakan warga Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Korban, kata Fiekry mengalami luka parah di bagian kepala dan sempat dibawa ke forensik RSH Bandung. "Korban melaju dari arah timur ke barat, dan pengendara truk melaju dari arah yang sama," ujar Fiekry.
Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, korban saat tiba di TKP pindah lajur ke kanan. Pada saat itu truk melaju dari arah yang sama sehingga motor tertabrak truk.
"Pengendara motor ini kurang mengutamakan keselamatan dan berpindah lajur saat berkendara. Saat kejadian, arus lalu lintas sedang lancar. Kami masih lakukan penyelidikan dan penyidikan," pungkas Fiekry.**
Editor: Yayan Sofyan