Gadis ABG Tasikmalaya yang Ditemukan di Apartemen PIK 2 Ternyata Korban Pengantin Pesanan WNA China

foto

Foto : Istimewa

Pengungkapan kasus pengantin pesanan WNA China oleh Polres Tasikmalaya

TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com -- Geger, seorang remaja perempuan atau Anak Baru Gede (ABG) asal Tasikmalaya yang hilang 9 hari ditemukan di Apartemen Tokyo Tower JF 33-39, kawasan PIK 2, Tangerang, Banten jadi sorotan.

Korban yang masih di bawah umur ini ternyata diduga menjadi sasaran modus "pengantin pesanan" (mail-order bride) oleh seorang warga negara asing (WNA) asal China.

Korban ditemukan aparat kepolisian di apartemen tersebut pada Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan penyelidikan polisi,  lokasi tersebut diduga disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara sebelum korban dipersunting atau dibawa menuju China oleh pelaku.

"Ya, modusnya semacam pengantin pesanan oleh warga negara asing. Akan kita terus dalami kasusnya," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi saat rilis di Mapolres Tasikmalaya, dilansir detikJabar, Kamis (15/10/2026).

Menurut Ade, korban berada di apartemen tersebut karena diarahkan dan dikontrol oleh seorang pria WNA asal Guangxi, China, berinisial XM alias MJ (35). XM ini sempat mengirimkan uang kepada korban beberapa kali, namun jumlah pastinya masih dalam tahap konfirmasi pihak perbankan.

"Tujuan korban berada di Apartemen Tokyo PIK 2 untuk tinggal sementara sambil menunggu kedatangan Mr XM alias MJ dari Tiongkok. Kedatangan pelaku bermaksud menindaklanjuti status hubungan mereka," ungkap Ade.

Perkenalan antara korban dan pelaku, kata Ade, bermula Agustus 2025, korban mengunduh aplikasi percakapan HelloTalk yang sedang ramai (FYP) di media sosial TikTok.

Desember 2025, pelaku yang menggunakan akun pribadi mulai menyapa dan mendekati korban melalui fitur chatting. Hubungan berlanjut dari pertemanan daring hingga pelaku membujuk korban untuk menjadi kekasihnya secara online.

Selama interaksi tersebut, pelaku secara bertahap memfasilitasi kebutuhan finansial korban guna memuluskan rencananya memboyong korban keluar dari daerah asalnya.

"Kami menemukan jejak aliran transaksi keuangan dari Mr XM alias MJ yang digunakan oleh korban untuk membiayai perjalanan dari Tasikmalaya hingga sampai ke lokasi penemuan di PIK 2," terang Ade.

Pihak kepolisian pun mengidentifikasi adanya dugaan kuat motif eksploitasi, baik di dalam maupun di luar ikatan pernikahan formal.

"Motifnya, ya eksploitasi, baik di dalam dan di luar ikatan pernikahan normal," ujar Ade.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Toyota Innova Seruduk Tembok Bandung Zoo di Jalan Tamansari Hingga Jebol
Kabin Wisata "Six Luxury Camp" dan Mushola di Pangalengan Musnah Terbakar
Korban Tewas Terlindas Truk di Bundaran Cibiru Ternyata Sindi, Mahasiswi UIN SGD
Jasad di Perairan Enggano Ternyata ABK Surakman Pengangkut 5 Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau
Ritual "Dukun" Thailand di SU GBK Saat Final FIFA ASEAN Cup 2026 Tak Mempan Hadapi Daya Juang Timnas Garuda