Masjid Ramah Pemudik, Banyak Sopir Truk Singgah dan Istrirahat karena Nyaman dan Aman

Foto: Kemenag RI.
Masjid Al Falah di Pati Jawa Tengah, dijadikan "Masjid Ramah Pemudik" .
PATI, KejakimpolNews.com -- Program "Masjid Ramah Pemudik" tidak hanya dimanfaatkan warga yang pulang kampung di momen lebaran, tetapi juga pelintas jalan seperti sopir truk.
Salah satunya adalah yang dilakukan Masjid Al-Falah, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang menjadi tempat singgah nyaman bagi pengguna jalan jarak jauh.
Kaisar, seorang sopir truk yang ditemui pada Kamis (26/3/2026), mengaku singgah di masjid tersebut saat melakukan perjalanan dari Demak menuju Surabaya. Ia memilih beristirahat di masjid untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
“Saya dari Demak mau ke Surabaya, ini memang cuma melintas saja. Tapi saya pilih istirahat di masjid, karena tempatnya nyaman. Fasilitasnya juga mendukung, ada kopi gratis, kamar mandi bersih, jadi cukup membantu untuk istirahat di perjalanan,” ujarnya.
Menurut Kaisar, pelayanan dari pengurus masjid juga memberikan kesan positif. Ia menilai para takmir bersikap ramah kepada siapa saja yang datang, baik pemudik maupun pelintas.
“Petugasnya ramah, jadi kita yang singgah juga merasa diterima. Apalagi di perjalanan jauh seperti ini, tempat yang nyaman dan orang-orang yang ramah itu penting,” katanya.
Ia juga menyoroti aspek keamanan di area masjid yang dinilai cukup baik, dengan adanya kamera pengawas (CCTV) yang beroperasi selama 24 jam.
“Di sini juga ada CCTV 24 jam, jadi kita lebih tenang kalau istirahat sebentar,” imbuhnya.
Meski sudah merasa nyaman, Kaisar berharap ke depan fasilitas yang ada dapat terus ditingkatkan, terutama untuk menunjang kebutuhan pelintas jarak jauh.
“Harapannya ke depan bisa lebih bagus lagi, lebih nyaman lagi. Mungkin fasilitasnya ditambah supaya orang yang istirahat juga makin betah,” tuturnya.
Keberadaan Masjid Al-Falah sebagai bagian dari program Masjid Ramah Pemudik menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan publik yang inklusif bagi masyarakat luas, termasuk para pelintas jalan.**
Editor: Sonni Hadi
Sumber: Kemenag RI