Sepeda Koran dan Kabar Baik dari Tanah Pasundan

  • 8 jam lalu
foto

Foto: Iwan N.Nuari

Sugianto, sang loper koran kerja keras setiap hari demi keluarga.

Oleh IWAN N. IRAWAN
(Wartawan Senior)

NAMANYA Sugianto, seorang lulusan SMA yang selama dua puluh tahun terakhir setia mengayuh sepeda tuanya setiap hari, kecuali Minggu.

Tepat pukul 04.30 pagi, saat Cibiru masih diselimuti kabut tebal, ia sudah berangkat. Rutenya cukup berat dan menanjak: melintasi Cibiru, Cicaheum, hingga Padasuka Atas, lalu berlanjut ke Jalan Gagak dan menyusuri Jalan Asia Afrika, menyapa kota yang baru terbangun. Sepeda tuanya baru berbelok pulang sekitar pukul 11 siang, setelah menyapa sekitar tujuh puluh pelanggan setianya.

"Saya salah satu langganannya," ujar Haji Mardiyanto, seorang warga Padasuka Atas. Ia sangat mengenal kondisi Sugianto karena sudah puluhan tahun berlangganan koran kepadanya.

Dari hasil kerja kerasnya itu, Pak Sugianto mengantongi penghasilan sekitar Rp1.500.000 setiap bulan. Meski terbilang sederhana, rasa syukur dan keteguhannya mewujudkan hal luar biasa: ia kini memiliki rumah sendiri dan berhasil mengantarkan kedua putrinya menjadi guru.

Namun di balik pencapaian yang membanggakan itu, ada beban yang selalu ia pikirkan. Sang istri mengidap sakit lambung menahun yang membutuhkan pengobatan rutin, sesuatu yang kerap terasa berat bagi keluarga sederhana ini.

"Kalau ada yang tahu cara pengobatan atau penanganan yang tepat untuk sakit lambung kronis, mohon berbagi informasinya. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi mereka," tambah Haji Mardi.

Kini angin segar berembus bagi keluarga Pak Sugianto dan seluruh masyarakat Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, lewat Instagram pribadinya mengumumkan bahwa mulai Rabu, 7 Oktober 2026, seluruh warga Jabar berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas perawatan kelas 3.

Kesepakatan penting ini disepakati bersama dan dihadiri langsung oleh Gubernur, para kepala daerah, serta pengelola rumah sakit besar.

Hebatnya lagi, skema ini mengapus berbagai hambatan birokrasi yang selama ini memberatkan warga. Belum punya BPJS? Kartu kedaluwarsa? Pernah menunggak iuran? Atau bahkan lupa membawa KTP? Selama terverifikasi sebagai warga Jabar, tetap dilayani tanpa biaya. Seluruh biaya ditanggung bersama oleh Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota.

Bahkan, jika butuh perawatan tingkat lanjut, aksesnya sudah terhubung langsung ke rumah sakit rujukan nasional di Jakarta, RSCM, RS Jantung Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, hingga RSPAD Gatot Soebroto. Perlindungan ini juga mencakup situasi darurat, seperti korban kecelakaan maupun korban tindak kejahatan.

Kebijakan ini bukan sekadar soal keringanan biaya, melainkan soal mengembalikan ketenangan hati. Kini, saat Pak Sugianto mengayuh sepedanya menyusuri jalanan pagi, ia tak perlu lagi dibayangi kecemasan berlebih memikirkan biaya berobat istrinya. Perjuangan hidupnya yang jujur dan gigih, kini dinaungi kepedulian yang nyata.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Tarekat Sayuriyah di Ciburial Kabupaten Bandung
Grandfinal Putri Hijabfluencer Indonesia, Dorong Modest Fashion Kota Bandung Mendunia