Becak Listrik Mulai Operasi di Bandung dan Soreang Tapi Sepi Peminat

Nurdin pengemudi becak listrik di Soreang (kiri) dan Sutarli, pengemudi becak listrik di Kiarancondong, Kota Bandung
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Bantuan ratusan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto ke Kabupaten dan Kota Bandung ternyata belum mampu meningkatkan peminat (calon penumpang) untuk naik ke sarana tranfortasi roda 3 ini.
Bahkan, para emang-emang becak umumnya mengaku tetap seret untuk menarik calon penumpang. Para calon penumpang tetap lebih memilih ojeg pangkalan (opang) atau ojeg online (ojol).
Seperti diungkapkan Sutarli (60), pengemudi becak yang mangkal di depan Griya Kiaracondong, Kota Bandung dan Nurdin (56), pengemudi becak di kawasan Pasar Soreang, Kabupaten Bandung. Keduanya kebetulan menerima bantuan dari ratusan becak listrik bantuan Presiden Prabowo.
"Jujur, meski sudah becak listrik, penumpang tetap seret dan kurang diminati. Calon penumpang tetap memilih opang atau ojol," kata Sutarli asal Subang ini, Selasa (13/10/2026).
Menurut Sutarli yang sehari-hari tinggal gratis di gudang pembuatan kusen di Jalan Babakansari I RW 07, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong sementara istrinya di Subang ini, hari ini saja hingga siang baru narik 1 penumpang.
"Tetap penumpang belum minat naik becak listrik. Meski penumpang seret, saya bersyukur saat ini tak lagi mengeluarkan tenaga untuk mengayuh becak hingga ngos-ngosan," tuturnya.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan becak listriknya berharap ke depan banyak melirik calon penumpang naik becak listrik ini," ujar Sutarli yang ngecas baterainya di gudang kusen.
Hal senada di dilontarkan Nurdin (56) pengemudi becak listrik di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung. Nurdin, warga Desa/Kecamatan Soreang ini mengaku sejumlah calon penumpang tetap masih memilih opang dan ojol ketimbang becak listrik.
"Meski sudah becak listrik, ternyata belum diminati calon penumpang yang tetap memilih opang dan ojol. Ya, disyukuri saja, dengan becak listrik saya saat ini tak lagi ngos-ngosan mengayuh becak," pungkas Nurdin.
Sepi peminat
Berdasarkan pantauan, penggunaan becak listrik di sejumlah titik di Kabupaten seperti di Soreang dan Ciparay serta Kota Bandung di antaranya di kawasan Alun-Alun Bandung hingga Pasar Baru masih belum banyak diminati penumpang.
Sementara di sisi lain, para pengayuh juga belum memiliki titik mangkal yang pasti, sehingga masih harus mencari sendiri lokasi untuk menunggu penumpang.
Kondisi ini sangat dirasakan Mamat (65), salah seorang pengayuh becak yang telah puluhan tahun menjalani pekerjaan ini
Menurut Mamat, meski becak listrik lebih ringan digunakan dibandingkan becak manual, jumlah penumpang yang naik masih seret Dalam sehari saja, Mamat terkadang hanya mendapat satu atau dua penumpang, bahkan pernah tidak mendapat penumpang sama sekali.
Dari sisi pendapatan, Endang menyebut penggunaan becak listrik belum memberikan perbedaan dibandingkan saat menggunakan becak manual. Penghasilannya berkisar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per hari, tergantung jumlah penumpang. Sementara tarif perjalanan masih disesuaikan berdasarkan kesepakatan dengan penumpang agar tetap terjangkau.
Meski penumpang masih sepi, becak listrik dinilai cukup membantu karena tenaga yang dikeluarkan lebih ringan. Namun, pengoperasiannya masih bergantung pada daya baterai.
Dalam kondisi penuh, becak listrik dapat digunakan sekitar empat jam sebelum kembali membutuhkan pengisian daya.
Fasilitas Pengisian Baterai
Persoalan lainnya adalah belum tersedianya fasilitas pengisian baterai secara khusus di setiap lokasi operasional. Endang menyebut pengecasan dapat dilakukan di kawasan Tegallega, bahkan terkadang harus memanfaatkan tempat seperti konter atau tukang lampu motor. Ia mengatakan nantinya akan ada tempat khusus penempatan becak sekaligus fasilitas pendukung di kawasan busway, tetapi hingga kini lokasi tersebut belum tersedia.
Kondisi ini membuat kehadiran becak listrik di pusat Kota Bandung masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain perlu meningkatkan minat penumpang, kepastian titik mangkal dan ketersediaan fasilitas pengisian baterai menjadi kebutuhan penting agar para pengayuh dapat beroperasi lebih tertata dan optimal.**
Editor: Yayan Sofyan