Pesantren Ramadan di Masjid Al Muhajirin Ujungberung, Ketua DKM: Hasrat Belajar Agama Anak-Anak Meningkat

Maman Suparman
Ketua DKM Al Muhajirin Kompleks Taruna Parahyangan saat memberi wejangan sesaat sebelum jamaah mengadakan shalat Tarawihj berjamaah,
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Ada peningkatan secara kuantitas anak-anak yang ingin belajar agama lebih mendalam dibanding tahun lalu. Hal ini tampak dari anak yang mendaftar ke Pesantren Ramadan di Masjid Al Muhajirin Kompleks Taruna Parahiyangan, Ujungberung Bandung .
Hal ini dikatakan Ketua DKM Al Muhajirin RW.02 Kompleks Taruna Parahyangan Dr. H. Undang Juju, S.E.,M.M., sesaat sebelum sholat tarawih Rabu (18/2) di hadapan ratusan jamaah yang memadati masjid semalam.
Seperti biasa setiap memasuki Ramadan, DKM Al Muhajrin mengadakan Pesantren Ramadan dengan mendidik anak-anak di lingkungan Kompleks Taruna Parahyangan dan sekitarnya. Dan ternyata jika Ramadan tahun 1446 H (2025 M) lalu sekitar 130, kini yang mendaftar 160 anak lebih.
"Ini ada peningkatan, artinya tingkat keinginan anak-anak usia sekolah untuk mendalami agama Iskam semakin tinggi," kata Ketua DKM yang juga Dosen Pascasarjana Universitas Pasundan Bandung ini.
Kepada jamaah yang memenuhi masjid, Ketua DKM juga berpesan agar di bulan Ramadan ini harus lebih meningkatkan kualitas beribadah. Tak hanya shaum, juga bersedekah serta menjaga akhlak dan perilaku terutama menjaga lisan.
Tak lupa ia mengutip hadist Rasulullah Muhammad Saw yang menyatakan "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.".
Jadi katanya. menjaga shaum itu penting dan yang lebih penting lagi selama shaum juga mampu menjaga lisan.
Ketua DKM ini juga menyatakan, adanya perbedaan dalam mengawali Ramadan sudah hal biasa di Kompleks Taruna Parahyangan. Ada yang mulai Rabu 18 Februari ada pula yang baru mulai Kamis 19 Februari.
"Hal ini bukan masalah bagi DKM, semua difasilitasi seperti juga tahun-tahun sebelumnya," kata Undang Juju.
Usai memberi sambutan atas nama DKM, selanjutnya dilakukan salat Tarawih berjamaah, hingga masjid berkapasitas sekitar 500 orang ini nyaris penuh sesak. **
Editor: Maman Suparman
