Dua Korban Tewas Terseret Sungai Citepus Siswi dan Satpam SMAN Banjaran

Foto : Istimewa
Detik detik saat enam orang hanyut di Sungai Citepus
BANJARAN, KejakimpolNews.com - Dua korban tewas dalam tragedi memilukan di Desa/Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung terseret arus Sungai Citepus Bandung, Rabu (15/4/2026) sore kemarin merupakan siswi dan satpam SMAN 1 Banjaran.
Kedua korban tewas yakni Ginansya Lintang (18) dan Agus Sutisna (44). Jasad Gina ditemukan kemarin sementara jasad Agus ditemukan, Kamis (16/5/2026) sekitar pukul 10.40.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, saat dikonfirmasi membanarkan kedua korban ditemukan tewas.
"Jasad Ginasya ditemukan tersangkut di jembatan Cipaku. Sedangkan jasad Agus ditemukan di Kampung Badra RW 09, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran di aliran Sungai Citepus," kata Diki.
Diberitakan, enam warga terseret arus Sungai Citepus, Banjaran, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 15.42 WIB.
Dari enam korban, empat orang berhasil selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan satu lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.
Para korban merupakan warga Kampung Girang Deukeut, RT 02/RW 09, Desa/Kecamatan Banjaran. Mereka yang selamat yakni Indra (34), Ja A alias Geri Muhammad (34), Wildan (20), dan Ersih (50). Sementara korban meninggal dunia atas nama Gina (18) anak Ersih dan Agus (44).
Kronologi Kejadian
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, menjelaskan, kejadian bermula saat Gina Lintang Sari (18), pelajar SMAN 1 Banjaran, berada di Kampung Girang Deukeut untuk melihat kondisi banjir.
"Di lokasi terjadi longsoran atau ambruknya tanah di bantaran sungai, sehingga korban Gina terjatuh dan masuk ke aliran sungai,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (16/04/2026).
Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai justru menyeret beberapa orang yang mencoba membantu. Salah satunya Agus yang secara spontan melompat ke sungai untuk menyelamatkan korban.
"Korban Agus ini berniat menolong, namun karena kondisi arus sangat deras dan tidak terkendali, justru ikut terseret bersama korban Gina awal,” kata Diki.
Gina berhasil ditemukan dalam kondisi tersangkut di sekitar Jembatan Cipaku dan langsung dievakuasi oleh relawan bersama warga setempat.
Sementara itu, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan melakukan pencarian terhadap Agus hingga pukul 22.00 WIB, melebihi batas operasional standar yang biasanya dihentikan pukul 17.00 WIB.
“Kami tetap melanjutkan pencarian hingga malam hari karena adanya permintaan dari pihak keluarga. Ini menjadi bentuk komitmen kami dalam upaya kemanusiaan,” ujar Diki.
Pencarian dilanjutkan tadi pagi mulai pukul 07.30 WIB. Setelah dilakukan penyisiran, korban Agus akhirnya ditemukan pada pukul 10.26 WIB di Kampung Badra RW 09, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, dalam kondisi meninggal dunia.
“Jasad Agus ditemukan sekitar beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya langsung kami evakuasi bersama tim gabungan,” tambahnya.
Korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bantaran sungai saat debit air meningkat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkas Diki.**
Editor: Yayan Sofyan