Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Jalan dan Tertibkan Galian Utilitas

Foto: Humas Pemkot Bandung.
Pemkot Bandung percepat pembenahan infrastruktur dan galian utilitas.
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat penataan infrastruktur jalan dan utilitas guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, persoalan galian utilitas yang tidak tertata menjadi salah satu fokus utama yang harus segera diselesaikan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung telah memberikan peringatan kepada Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) terkait pekerjaan jaringan utilitas yang meninggalkan bekas galian tanpa perbaikan optimal.
“Saya sudah memberikan peringatan, ini sudah sampai SP2. Kalau nanti SP3 keluar dan masih tidak ditindaklanjuti, kita tidak akan ragu mengambil langkah tegas,” ujar Farhan di Teras Sunda Cibiru, Sabtu (25/4).
Farhan menjelaskan, langkah tegas yang dimaksud termasuk kemungkinan pemutusan jaringan utilitas yang tidak memenuhi kewajiban perbaikan pascagalian.
Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Permasalahan galian utilitas selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat karena sering meninggalkan kondisi jalan rusak, berlubang, serta membahayakan pengguna jalan.
“Kita tidak bisa mentoleransi pekerjaan yang tidak disertai pemulihan kondisi jalan secara optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut estetika kota, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, terutama bagi pengendara roda dua, pejalan kaki, dan pesepeda.
Farhan menilai keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian proyek, tetapi juga dari tingkat keamanan bagi seluruh pengguna jalan.
“Kalau pejalan kaki yang hobi jalan pagi, lari, dan pesepeda sudah merasa aman, itu baru bisa kita sebut berhasil,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung saat ini melakukan penataan jalan secara bertahap, termasuk memastikan seluruh bekas galian utilitas ditutup sesuai standar teknis yang baik agar tidak menimbulkan potensi bahaya.
Pengawasan terhadap pekerjaan utilitas juga dilakukan secara intensif dan harian bersama perangkat daerah terkait.
Selain itu, koordinasi lintas sektor diperkuat agar setiap pekerjaan utilitas dapat berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga terus melakukan perbaikan jalan di berbagai titik yang memiliki tingkat kerusakan tinggi serta mobilitas masyarakat yang padat.
Menurut Farhan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat reaktif terhadap kerusakan, tetapi juga bersifat preventif untuk menjaga kualitas infrastruktur dalam jangka panjang.
“Yang kita kejar bukan hanya cepat selesai, tetapi juga kualitasnya bertahan lama dan aman digunakan,” ujar Farhan.**
Editor: Sonni Hadi