Andai Bawah Jembatan Tol Cisumdawu Cileunyi Ditata Seperti Flyover Pasupati dan Kiaracondong

Yayan Sofyan
Kumuhnya kolong jembatan Tol Cisumdawu Cileunyi, dari aksi vandalisme, terminal bayangan dan bangunan liar
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Penertiban dan penataan kawasan di bawah flyover Kiaracondong (Jalan Ibrahim Adjie), Kecamatan Kiaracondong dan Batununggal, Kota Bandung ternyata banyak yang mengapresiasi.
Bagaimana tidak, suasana sebelumnya di bawah flyover Kiaracondong ini berjejer bangunan liar (bangli) dan lapak PKL mulai Jalan Stasiun Lama (sekitar lintasan KA), depan Pasar serta Mapolsek Kiaracondong hingga Jalan PSM, kini sudah tak ada lagi.
Tak sampai disitu, penataan menyisir juga jembatan flyover. Jembatan layang ini dicat hijau, tiang penyangga jembatan ditutup ornamen bercorak dan pagar-pagar yang rusak di taman diperbaiki, yang rusak diganti. Termasuk coretan vandalisme sudah ditutup cat.
Atas upaya Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, Camat Kiaracondong, Arief Budiman dan Kapolsek Kiaracondong, AKP M. Hardian Andrianto upaya penertiban serta penataan sejak Senin (12/10/2026) hingga saat berjalan aman.
Hasilnya, kawasan flyover Kiaracondong kini "pangling", lapang dan cerah meski masih ada pekerjaan yang masih tersisa yang masuk wilayah Kecamatan Batununggal.
Sejumlah warga yang mengapresiasi bahkan mereka berharap bawah flyover Kiaracondong ini harus sama indahnya dengan bawah Flyover Pasupati, kata Junjunan Maulana Yusuf, S.A.P, M.A.P, asal Kompleks GBM 21, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi.
Menurut Junjunan yang kini tinggal Bekasi, pihaknya mengapresiasi langkah tegas Pemkot Bandung dan aparat kewilayahan beserta aparatnya yang tak lelah telah menertibkan serta menata kawasan flyover Kiaracondong.
"Penertiban dan penataan di bawah flyover Kiaracondong berjalan aman tanpa hambatan (gesekan). Langkah tegas yang mengedepankan sosialisasi dan edukasi ini patut diapresiasi," ungkap Junjunan, Rabu (14/10/2026).
"Jujur, kawasan flyover Kiaracondong kini berubah karena telah lapang dan cerah," ujar Junjunan yang karyawan bank juga dosen ini saat menengok orang tuanya di RW 06, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong.
Kapan Jembatan Tol Cisumdawu
Terkait penertiban dan penataan kawasan flyover Kiaracondong ini, Junjunan pun membandingan kondisi di bawah kolong jembatan Tol Cisumdawu (Simpang Susun Cileunyi) di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi.
Pasalnya, kata Junjunan, di bawah kolong jembatan Tol Cisumdawu sudah lama dibiarkan kumuh dan "sareukseuk". Kondisi memprihatinkan ini masih belum juga disentuh penertiban dan penataan.
"Bukan rahasia lagi, di kawasan kolong jembatan Tol Cisumdawu, selain jadi showroom, terminal sejumlah trayek angkot, sampah menumpuk di sejumlah titik dan bangunan liar marak, tembok-tembok kolong jembatan pun dihiasi vandalisme," tutur Junjunan.
Meski saat ini sudah tinggal di Bekasi, Junjunan yang lahir dan dibesarkan serta masih mengamati perkembangan wilayah Kabupaten Bandung sangat berharap kawasan kolong jembatan Tol Cisumdawu segera ditertibkan serta ditata seperti kawasan flyover Kiaracondong.
"Kapan ada pihak yang peduli untuk menertibkan dan menata kawasan kolong jembatan Tol Cisumdawu. Bisa ' kan "Dibedaskeun" dan "Disabilulungankeun" atau dengan gerakan "Pentahelix"?," pungkas Junjunan.**
Editor: Yayan Sofyan