Wajah Baru Kawasan Bawah Flyover Kiaracondong, Kini Terus Berbenah

foto

Yayan Sofyan

Flyover Kiaracondong terus dibenahi, selain drainase dibersihkan juga kolongnya dicat biru dan tiangnya dihiasi profil.

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Sejak Senin (12/10/2026) lalu Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, terutama di kawasan flyover, Jalan Ibrahim Adjie hingga saat ini gencar melakukan pembenahan besar-besaran.

Lima hari pascadimulainya pembongkaran bangunan liar (bangli) dan lapak PKL oleh Pemkot Bandung melalui Satpol PP dan aparat kewilayahan, pembenahan terus dilakukan, Jumat (16/10/2026).

Langkah penataan ini difokuskan pada pengembalian fungsi fasilitas umum agar kawasan tersebut menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi warga serta pengguna jalan.

Pembongkaran puluhan bangli dan lapak PKL sejak Jalan Stasiun Lama (sekitar rel KA), depan Pasar dan Mapolsek Kiaracondong hingga sekitar Jalan PSM telah dilakukan. Termasuk pembersihan dan pengangkutan tumpukan sampah di saluran air yang sebelumnya di atasnya berjejer bangli dan lapak.

Tak sampai disitu, jembatan flyover terus dilakukan pengecatan dengan warna biru, tiang jembatan flyover dipasang gipsum bercorak dan pagar taman, bawah flyover yang rusak diperbaiki atau diganti.

Poin-poin utama dari aksi bebenah di kawasan flyover Kiaracondong ini,
pembongkaran/penertiban bangli dan lapak PKL.

Petugas gabungan melakukan pembongkaran dan penertiban terhadap tenda dan bangli milik PKL yang mengokupasi trotoar di sekitar kawasan Pasar Kiaracondong. Sebagian pedagang juga telah melakukan pembongkaran secara mandiri.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat mengecek ke kawasan flyover Kiaracondong sehari pascapembongkaran menegaskan bahwa perbaikan trotoar dan pembersihan drainase menjadi prioritas utama.

Setelah lapak ditertibkan, petugas langsung membersihkan sedimen lumpur dan sampah di saluran air guna mencegah banjir.

"Program ini bukan tindakan sepihak, melainkan hasil kesepakatan dan dialog yang matang antara pemerintah, warga setempat, serta para pedagang," kata Farhan.

Dengan dikembalikannya fungsi jalan dan trotoar, diharapkan kesemrawutan lalu lintas yang selama ini menjadi titik macet di Kiaracondong dapat terurai dengan baik.

Proses penataan intensif ini masih terus berjalan di lapangan demi mewujudkan kawasan Kiaracondong wajah baru yang lebih tertata dan ramah bagi publik.

Jadi Ruang Niaga

Kawasan flyover yang masuk wilayah Kecamatan Kiaracondong dan Batununggal Kota Bandung ini bersiap berubah setelah puluhan bangunan yang digunakan PKL dibongkar.

Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi ruang niaga pada sore hingga malam hari, sementara pagi sampai siang diupayakan bebas dari aktivitas perdagangan. Lurah Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, Wiwin Haryani mengatakan, pemerintah telah membuka obrolan dengan para pedagang yang mau berjualan di Pasar Kiaracondong.

Opsi yang ditawarkan, kata Wiwin, pedagang diperbolehkan berjualan dari sore hingga malam hari, sedangkan pagi hingga siangnya kawasan itu harus bersih kembali.

"Dari 24 jam itu, kita mungkin ada space dari pagi sampai sore bisa lengang. Nanti kita obrolan lagi, alhamdulillah sampai pedagang juga meresponsnya," kata Wiwin, di lokasi depan Pasar Kiaracondong, Jumat (16/10/2026).

Menurut Wiwin, opsi tawarannya pun sudah disiapkan. Sore sekitar pukul 15.00 WIB, pegadang kuliner bisa mulai berjualan hingga pukul 23.00 WIB. Dilanjut pasar tumpah yang biasanya bagi pedagang sayuran hingga pukul 07.00 WIB.

"Jadi saat di siang hari kita betul-betul bisa menikmati ini lengang. Nanti mungkin pedagangnya dari sore ke malam bisa kita atur jam operasionalnya," ungkap Wiwin.

Selanjutnya, sambung Wiwin, pengaturan pun akan dibahas Tim Satgas PKL Kelurahan Kebon Jayanti. Sehingga ke depannya, PKL yang terdampak pembongkaran masih bisa melanjutkan usahanya namun tetap mengikuti aturan pemerintah.

Nanti, sambung Wiwin, akan diatur kembali. Karena 77 bangli dan lapak PKL yang sudah terbongkar harus bisa lagi berjualan di sini.

"Kita berharap kepada PKL-nya setelah ini dibenahi, PKL dengan kita kerja sama dan koordinasinya tetap berlanjut untuk kebersihannya, ketertiban jualannya dan lalu lintasnya. Jadi apa pun yang kita imbaukan (PKL bisa menerima," pungkas Wiwin.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
13 PKL Jalan Cihapit Pilih Bongkar Lapak Mandiri dan Sepakat Patuhi Aturan
Jelang Musim Hujan Pemkot Bandung Bersihkan Sampah di Sungai dan Saluran Air
Pemkot Bandung Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Calon Pekerja Migran
Perayaan Hari Jadi Kota Bandung Tahun Ini Digelar Lebih Sederhana, Tak Ada Pawai Mobil Hias
Pemkot Bandung Kebut Penataan Kabel Udara, Total 63 Ruas Jalan Telah Digarap