Diboikot MUI Ibun, Ustaz Nana Gerhana Dampingi Bupati Bandung Resmikan MI di Cimaung

foto

Yayan Sofyan

Ustaz Nana Gerhana dampingi Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meresmikan MI Nahdatul di Kec. Cimaung

SOREANG, KejakimpolNews.com -- Terkait "gesekan" antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung dengan Ustaz Nana Gerhana hingga saat ini masih jadi sorotan dan pro kontra.

Gesekan antara MUI Kecamatan Ibun dengan Nana Gerhana terjadi menyusul munculnya pernyataan sikap dari MUI Kecamatan Ibu yang menolak dengan tegas kehadiran Nana Gerhana dengan alasan khutbahnya dinilai kontroversial dan berpotensi memecah belah umat.

Sorotan kembali muncul karena Nana Gerhana tampil mendampingi Bupati Bandung, Dadang Supriatna, selaku Dewan Pembina/Penasihat MUI Kabupaten Bandung saat meresmikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdatul Ilmi Desa Warjabakti, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jumat (30/10/2026).

Terkait hal tersebut yang juga kebetulan Ustaz Nana adalah warga Cimaung, Kabupaten Bandung tapi mendampingi Bupati Bandung, MUI Kecamatan Ibun ternyata masih memboikot keberadaan Ustaz Nana hadir ke Ibun untuk berkhutbah.

"Dengan tegas, MUI Kecamatan Ibun tetap tidak akan mencabut surat pernyataan sikapnya. Kami tetap menolak kehadiran Ustaz Nana Gerhana untuk melakukan sejumlah ceramahnya," kata Abdul Aziz Assauri, Bendahara MUI Kecamatan Ibun, Minggu (1/11/2026).

Menurut Abdul Aziz, persoalanny sudah dilimpahkan ke MUI Kabupaten oleh MUI Kecamatan Ibun dan dalam waktu dekat Ustaz Nana Gerhana akan dipanggil ke MUI Kabupaten Bandung.

"Jadi hingga saat ini, MUI Kecamatan Ibun masih menolak kehadiran Ustaz Nana Gerhana ke Ibun dan tetap teguh atas pernyataan sikap jika Ustaz Nana Gerhana tak melakukan kegiatan ceramah,"ujar Abdul Aziz.

Diberitakan, MUI Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung sepakat menolak keras kehadiran Uztaz Nana Gerhana berkhutbah di wilayahnya untuk mengisi sejumlah kegiatan.

Penolakan keras kehadiran Ustaz Nana Gerhana, penceramah kondang asal Cimaung, Kabupaten Bandung ini tertuang surat pernyataan sikap MUI Kecamatan Ibun yang ditandatangani, K.H Abdul Rosyid, Ketua MUI Kecamatan Ibun dan sekretarisnya, Dana Sujana.

Dalam surat pernyataan sikap menolak kehadiran Ustaz Nana Gerhana untuk berceramah tersebut ada 4 poin pertimbangan. Di antaranya, untuk menjaga kondusifitas, menjaga ketentraman, keharmonisan dan kerukunan yang selama ini terjalin baik.

Penolakan paham atau materi, bahwa materi yang disampaikan atau disimpulkan Ustaz Nana Gerhana dinilai kontroversil. Berpotensi menimbulkan keresahan dan tidak sesuai dengan pemahaman mayoritas ulama di Ibun khususnya, umumnya masyarakat.

Surat pernyataan sikap MUI Kecamatan Ibun ini viral di media sosial (medsos) dan menjadi sorotan. Mereka (netizen) pun pro kontrak dalam mengomentari surat pernyataan sikap MUI Kecamatan Ibun yang menolak kehadiran Ustaz Nana Gerhana tersebut.

"Wah ini mah sirik karena kalah pamor dan kalah laku oleh Ustaz Nana Gerhana. Beda pandangan atau cara penyampaian khutbah setiap ustaz saat berceramah 'kan beda, termasuk Nana Gerhan dan ini dinilai sah-sah saja," ujar salah seorang netizen.

"Adanya penolakan kehadiran Ustaz Nana Gerhana ke Ibun untuk berceramah dengan terbitnya surat pernyataan sikap dari MUI Ibun saya setuju demi menjaga kondusifitas masyarakat. Tapi barangkali ada cara yang lebih elegan, apalagi Ustaz Nana Gerhana 'kan warga Kabupaten Bandung" tulis netizen lainnya.

Abdul Aziz Assauri, Bendahara MUI Kecamatan Ibun membenarkan terbitnya pernyataan sikap MUI yang menolak kehadiran Ustaz Nana Gerhana tersebut.

Dalam pernyataan sikap MUI Kecamatan Ibun tersebut berawal dari rencana ormas kepemudaan (KNPI) di Kecamatan Ibun yang akan menghadirkah Ustaz Nana Gerhana dalam tabligh akbar.

"Betul, pernyataan sikap MUI Kecamatan Ibun terkait keberadaan Uztaz Nana Gerhana beberapa bulan lalu belum dicabut alias masih berlaku," kata Abdul Aziz Assauri, (17/10/2026).

"Pernyataan sikap atau fatwa MUI Kecamatan Ibun terkait Ustaz Nana Gerhana ini didukung banyak pihak, termasuk Camat dan Kapolsek Ibun," kata Abdul Aziz Assauri.

Profil Nana Gerhana

Diketahui, Ustadz Nana Gerhana adalah seorang dai atau penceramah kondang asal Jawa Barat yang populer berkat gaya dakwah khasnya menggunakan bahasa Sunda dan kearifan lokal.

Nana Gerhana, asal Cimaung, Kabupaten Bandung ini dalam metode dakwahnya menggunakan pengantar berbahasa Sunda, pepeling (nasihat diri) dan kerap diringan seni tradisional seperti kecapi suling.

Nana Gerhana kerap juga membawakan materi dengan pesan ketakwaan, kesabaran, dan kerendahan hati "lesotkeun kasombongan dina diri".

Gaya penampilan Nana Gerhana tampil rapi dan sopan mengenakan pakaian formal/pribumi tanpa menggunakan penutup kepala khas seperti sorban atau kopeah.
Prinsip Nana, mengedepankan hakikat di atas syariat yang kaku, serta menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sunda.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Duhhh... TPA Sarimukti Bakal Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Putar Otak Siapkan Strategi Penanganan
Pemilik Gedung Cagar Budaya di Bandung Bakal Terima Insentif PBB Rp1
Wajah Baru Kawasan Flyover Kiaracondong, dari Jembatan Dicat Hingga Penataan Taman
Pemkot Bandung Dorong Efisen Energi Gedung Pemerintah Melalui Kolaborasi dengan ities Finance Facility (CFF) Phase 4.0
Tugu Batas Kota-Kabupaten Bandung di Cibiru Kini Jadi Sasaran Vandalisme