Polemik Lahan di Kawasan Teuku Umar Wali Kota Berharap Ada Kesepakatan Warga

foto

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, penataan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, harus mengedepankan kesepakatan bersama antara pemerintah, warga, dan komunitas skateboard.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat meninjau kawasan Jalan Teuku Umar, Minggu, 1 November 2026 dini hari.

Farhan menjelaskan, gagasan pembangunan fasilitas skateboard berawal dari aspirasi komunitas skateboard yang disampaikan sejak 2016.

Saat itu, muncul keinginan agar Kota Bandung memiliki fasilitas skateboard yang lebih representatif, tidak hanya memanfaatkan area di bawah Jembatan Pasupati.

Setelah menjabat sebagai Wali Kota Bandung, gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui rencana pembangunan fasilitas yang lebih memadai.

Namun, Farhan memahami adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait pemanfaatan kawasan tersebut.

Karena itu, ia mempersilakan warga Kelurahan Lebakgede, khususnya RW 18 dan RW 10, bersama komunitas skateboard untuk berdialog dan mencari titik temu.

"Teuku Umar itu harus berdasarkan kesepakatan warga. Saya mempersilakan semua warga Kelurahan Lebakgede, RW 18, RW 10, kemudian komunitas skate untuk berkompromi menentukan mau dibuat apa," ujar Farhan.

Ia menjelaskan, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian Pemkot Bandung di kawasan tersebut adalah tempat penampungan dan pengolahan sampah ranting serta daun dari RW 09 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan sampah tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam penataan kawasan.

Farhan juga menegaskan, tidak pernah ada niat maupun rencana pemerintah untuk menggusur warga dalam proses penataan tersebut. Pemerintah tetap membuka ruang diskusi agar pemanfaatan kawasan dapat disepakati bersama.

"Tidak pernah ada niat ataupun rencana dari pemerintah untuk menggusur. Jadi kalau sekarang ada narasi menggusur, itu tidak benar. Diskusi saja seperti biasa," tuturnya.**

Editor: Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Hari Jadi Kota Bandung Ditutup dengan Pawai Jampana yang Meriah Bikin Warga Sumringah
Satpol PP Tertibkan Bangunan Tanpa PBG di Gang Empang dengan Pendekatan Persuasif
Duhhh... TPA Sarimukti Bakal Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Putar Otak Siapkan Strategi Penanganan
Sumur-Sumur Mengering, Sejumlah Mata Air di Cinunuk Seret Termasuk Cihampelas, Ini Dampaknya
Pemkot Bandung Kebut Penataan Kabel Udara, Total 63 Ruas Jalan Telah Digarap