Sumur-Sumur Mengering, Sejumlah Mata Air di Cinunuk Seret Termasuk Cihampelas, Ini Dampaknya

foto

Yayan Sofyan

Kemarau, air dari sumber mata air Cihampelas, Desa Cinunuk mengering, jamban-jamban merana, kolam-kolam dan sawah-sawah pun jadi tegalan.

CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Kemarau panjang saat ini ternyata sangat berpengaruh terhadap kebutuhan air bersih sehari-hari warga, termasuk petani di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Di Desa Cinunuk saja, kemarau saat ini, selain beberapa sumur gali mulai kering, sejumlah mata air volume airnya telah menyusut, bahkan ada yang benar-benar tak mengeluarkan air.

Mata air di Desa Cinunuk yang debit airnya menyusut yakni mata air "Citunggul Hideung" hingga tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Kompleks Griya Bukit Manglayang RW 21 dan mata air Cihempelas di Kampung Sukahayu RW 10.

Termasuk pula mata air dari Gunung Manglayang untuk kebutuhan masyarakat Kompleks Bumi Langgeng RW 22 sudah benar-benar berhenti total tak mengeluarkan air setetespun.

"Mata air dari Gunung Manglayang sudah benar-benar kering. Solusinya, ya mengebor menggunakan pompa air "sibel" (submersible), pompa celup dalam sumur.

Alhamdulillah kebutuhan air bagi 700 KK di Kompleks saya terpenuhi meski digilir," kata Ade Edih, Ketua RW 22 Kompleks Bumi Langgeng, Kamis (22/10/2026).

Sementara mata air Citunggul Hideung untuk kebutuhan sehari-hari warga Kompleks Griya Bukit Manglayang RW 21 meski masih mengeluarkan air, namun debitnya berkurang dratis.

"Sudah diinformasikan kepada warga jika distribusi air ke rumah rumah tak memuaskan. Pasalnya, debit air dari sumber mata sangat sedikit (menyusut) akibat kemarau. Apalagi air cadangan (resapan air) di area sumber air mata air sudah tak menunjang lagi," kata Nunang Sirmaya, pengelola air di kompleks tersebut.

Mata Air Cihampelas Krisis

Sementara itu, sejumwlah sumur gali yang airnya mulai kering di Kampung Sukahayu RW 10 dan RW 09 Kampung Cibolerang RW 09, Desa Cinunuk. Kedua kampung ini wilayahnya berada disekitar mata air Cihampelas.

"Benar, di RT 03, dekat sumber mata air Cihampelas ini ada sejumlah sumur gali sudah pada kering. Namun belum termasuk krisis air karena masih nebeng ke sumur tetangga yang masih ada airnya," kata Didin Suhendar DM, Ketua RW 10 Kampung Sukahayu.

Terkait kondisi sumber mata air Cihampelas Desa Cinunuk di wilayah Kampung Sukahayu RW 10 ini, banyak pihak menilai saat ini tergolong krisis.

Selain, jamban-jamban umum (MCK) sudah ada yang tak berfungsi karena tak ada air, selokan air irigasi pun kering. Dampaknya, kolam-kolam tak berair, sawah pun kini telah jadi tegal karena tak ada air.

Hal ini sangat terasakan oleh warga dan petani di Kampung Cibolerang RW 09, Desa Cinunuk akibat menyusut secara dratis saluran irigasi yang sumbernya dari mata air Cihampelas.

"Jujur, menyusutnya irigasi dari mata air Cihampelas, jamban-jamban tak berfungsi, kolam pada kering dan sawah-sawah kini jadi tegal. Belum lagi sejumlah sumur gali di kampung saya sudah kering," ungkap Dede Kusmana, Ketua RW 09 Kampung Cibolerang.

Diketahui, mata air Cihampelas Cinunuk ini memiliki peran penting bagi kehidupan dan sejarah masyarakat sekitar.

Terdapat tujuh titik mata air di lokasi tersebut yang telah mengairi lahan pertanian warga selama puluhan tahun dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Dratisnya volume sumber air Cihampelas dan berdampak bagi masyarakat ini, selain resapan airnya tak terjaga, juga ada pihak yang sengaja menyedotnya dengan pompa.

Pihak yang telah "menyedot' air dari sumber mata Air Cihampelas ini adalah PDAM Kabupaten Bandung (Perumda Air Minum Tirta Raharja) dan PT Kreasi Papan. Air dari sumber sumber mata air ini telah lama dikomersilkan.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Asikkk... CFD Buahbatu, Dago, dan Braga Beken Digelar Lagi Disambut Warga Antusias
Duhhh... TPA Sarimukti Bakal Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Putar Otak Siapkan Strategi Penanganan
Alun-alun Bandung Ditata Akan Menjadi Kawasan Sejarah Terpadu
Giliran, Puluhan Bangunan Liar dan Lapak PKL di Bawah Flyover Kiaracondong Dibongkar
MUI Kec. Ibun Tolak Kehadiran Ustaz Nana Gerhana untuk Berdakwah, Ini Alasannya