Polisi Dalami Motifnya
Sopir Ekspedisi Mengamuk, 9 Pegawai Konveksi Luka Bakar Disiram Air Keras

Foto : Istimewa
Para korban siraman air keras dirawat di rumah sakit (atas dan kiri bawah), polisi menyita dua botol bekas cairan kimia air keras (kanan bawah).
TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com - Geger, peristiwa penyiraman dengan air keras terhadap sejumlah orang di sebuah rumah produksi konveksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026) malam sekitar pukul 19.10 WIB.
Sembilan pegawai konveksi yang disiram air berbahaya ini satu persatu kelojotan setelah menjadi korban serangan brutal yang dilakukan secara acak oleh seorang oknum sopir ekspedisi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku datang mengenakan helm dan jas hujan masuk ke lokasi kerja sambil berteriak serta membawa botol berisi cairan kimia berbahaya. Kedatangannya tersebut membuat panik pegawai konveksi.
“Saya lihat pelaku datang pakai helm dan jas hujan berteriak-teriak. Termasuk sudah bawa botol warna putih,” ujar Abdul Holik (35), salah seorang korban yang mengalami luka di punggung dan wajah, Selasa, (5/5/2026).
Sementara Wina (21), korban lainnya mengatakan, ia tak sempat menyelamatkan diri karena tengah fokus bekerja di depan komputer saat pelaku mengamuk. Sedangkan, Angga (43), saksi mata yang juga pegawai konveksi, menceritakan bagaimana situasi mencekam saat ruangan dipenuhi asap pekat dari reaksi kimia.
Saat itu, kata Angga, banyak yang menjerit dan di ruangan sampai berasap pekat akibat dari cairan air keras itu.
"Para korban yang kesakitan sempat berebut keran air dan merendam luka mereka di selokan belakang bangunan," tutur Angga.
Setelah cairan di botolnya habis, pelaku berhasil diringkus oleh para pegawai sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.
Sementara itu, Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
"Ya telah terjadi penyiraman air keras di wilayah Kampung Gunajaya, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya sekitar pukul 19.00 WIB lebih,” kata Soni," Selasa (5/5/2026)
Menurut Sony, dari 9 korban siraman air keras tersebut, enam dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo, Tasikmalaya sementara tiga korban lainnya dirawat di Puskesmas Cibeureum.
Hingga saat ini, motif serangan masih terus dialami Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Pelakunya 1 orang dan 6 orang korban yang dirujuk, 5 pria serta 1 wanita.
"Para korban siramam air keras tersebut umumnya mengalami luka bakar di bagian wajah, leher, dan tangan," pungkas Sony.**
Editor: Yayan Sofyan